Serangan udara kembali mengguncang Yaman. Kali ini, koalisi yang dipimpin Arab Saudi membidik pangkalan militer kelompok separatis yang didukung Uni Emirat Arab. Akibatnya, korban jiwa di pihak separatis terus bertambah.
Menurut seorang pejabat dari Dewan Transisi Selatan (STC) yang enggan disebutkan namanya, serangan itu menyasar dua lokasi: Al-Khasha dan Seiyun. "Korban tewas kini mencapai 20 orang," ujarnya, sebuah angka yang kemudian dikonfirmasi oleh sumber medis setempat.
Sebelum laporan ini beredar, Mohammed Abdulmalik, seorang kepala STC di wilayah Hadramaut, sudah lebih dulu menyebutkan adanya tujuh serangan udara. Dari pantauannya, sebuah kamp di Al-Khasah menjadi sasaran utama.
Ini bukan insiden pertama dalam beberapa hari terakhir. Laporan dari sejumlah media menyebutkan, pada Rabu lalu, koalisi Saudi sudah melancarkan bombardir ke kota pelabuhan Mukalla. Aksi itu disebut sebagai respons atas kedatangan dua kapal mencurigakan dari Fujairah, UEA.
Brigjen Turki al-Maliki, juru bicara koalisi, bersikeras bahwa sasaran mereka adalah persenjataan, bukan orang sipil. Menurutnya, awak kedua kapal itu ketahuan mematikan sistem pelacakan sebelum memindahkan muatan senjata dan kendaraan tempur di dermaga Mukalla.
Artikel Terkait
Magang Beri Hadiah ke Mentor, KPK Gerak Cegah Potensi Suap
Pelarian Sopir Tabrak Lari Berakhir Tragis di Depan Kereta Mangga Dua
Ransel Misterius di Tugu Tunas Kelapa Bikin Warga Parepare Heboh
Remaja Magelang Hilang Usai Pendakian Singkat di Gunung Slamet