Fakta Baru Terungkap: Pelaku Tabrak Lari di Tambora Bukan Pemilik Mobil

- Jumat, 02 Januari 2026 | 19:55 WIB
Fakta Baru Terungkap: Pelaku Tabrak Lari di Tambora Bukan Pemilik Mobil

Kasus tabrak lari maut yang berakhir dengan mobil Mazda CX-5 tertemper kereta api di Jakarta Utara ternyata punya cerita yang lebih rumit. Polisi baru saja mengungkap fakta mengejutkan: pelaku penabrakan pertama bukanlah sang pemilik mobil. Ternyata, ada sopir lain yang lebih dulu mengemudi.

Orang itulah yang diduga menabrak sejumlah motor dan pejalan kaki di Tanah Sereal, Tambora. Dua orang tewas dalam insiden dini hari itu.

“Penabrak orang di Tanah Sereal bukan JC, tapi rekannya JC,” tegas Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani, Jumat (2/1/2025).

Menurut sejumlah saksi di dalam mobil yang diinterogasi polisi, kronologinya jadi lebih jelas. “Saya barusan interogasi saksi yang ada dalam mobil Mazda,” imbuh Ojo.

Setelah aksi tabrak lari itu, terjadi pergantian sopir di tengah jalan. Si pelaku awal menyerahkan kemudi kepada JC, lalu kabur begitu saja. Hingga kini, dia masih buron.

“Sedang kita cari, karena lari saat bergantian mengemudi antara temennya JC dengan JC,” ucap Ojo Ruslani.

Alasan pergantian itu sendiri disebut karena ketidakpercayaan. “Karena kurang yakin JC kepada temannya, karena habis menabrak itu maka kemudi diambil alih oleh JC,” sambungnya.

Dikejar Massa, Panik, dan Akhirnya Tertemper

Nasib buruk ternyata belum berakhir. Begitu JC mengambil alih kemudi, mobilnya malah dikejar-kejar oleh massa yang marah. Situasi pun jadi kacau.

Dalam kepanikan itu, JC memutuskan untuk menerobos. Palang pintu perlintasan kereta api di Gunung Sahari sudah tertutup dan bunyi lonceng peringatan sudah berbunyi, tapi mobil itu tetap melaju.

Hasilnya bisa ditebak. Mazda CX-5 itu menabrak lokomotif yang sedang melintas dan tersangkut di sana.

Korban Jiwa Berjatuhan

Semua berawal dari sebuah tragedi di Jalan Tanah Sereal IV, Tambora, lewat tengah malam. Tepatnya pukul 02.20 WIB, sebuah mobil menghantam beberapa pengendara motor.

Dua nyawa melayang. Korban adalah Satrio (16) yang mengendarai motor Honda PCX, dan Valentino (19) yang membonceng di belakangnya. Keduanya mengalami luka parah di kepala, kaki, dan tangan. Motor yang mereka tumpangi bahkan tidak tercatat nomor polisinya.

Usai menabrak, pengemudi saat itu langsung menghilang. Pelariannya yang panik itulah yang akhirnya membawa mobil menuju rel kereta dan berakhir dengan kejadian kedua yang tak kalah tragis.

Perlu dicatat, informasi ini merevisi pernyataan sebelumnya dari polisi yang menyebut JC sebagai pelaku tabrak lari pertama. Fakta di lapangan ternyata berbeda.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar