Ada satu insiden yang dia ceritakan. Memar di punggung tangannya itu, katanya, gara-gara Jaksa Agung AS Pam Bondi yang tanpa sengaja memukulnya dengan cincin saat memberi tos. "Kesehatan saya sempurna," tegas Trump, yang terlihat frustrasi dengan pengawasan ketat terhadap kondisi fisiknya.
Di sisi lain, gaya hidupnya juga jadi bahan perhatian. Trump jarang berolahraga, kecuali main golf di lapangannya sendiri. Dia juga tak pernah sungkan mengaku doyan makanan cepat saji yang tinggi lemak dan garam.
Citra politiknya selama ini memang dibangun dari penampilan penuh semangat. Lewat interaksi langsung dengan jurnalis, unggahan media sosial yang tiada henti, atau meme AI yang menggambarkannya seperti pahlawan super. Namun belakangan, ritme itu seperti mendapat ujian.
Dalam wawancara yang sama, Trump juga mengoreksi pernyataan sebelumnya. Soal pemindaian yang dijalaninya Oktober lalu, dia bilang itu bukan MRI, melainkan CT scan yang prosesnya lebih cepat. Detail kecil, tapi sekali lagi, jadi perhatian.
Artikel Terkait
Promotor Ungkap Tantangan Yakinkan Patrick Kluivert Tampil Lagi di Indonesia
Prabowo Dorong Terminal Khusus dan Kerja Sama Maskapai untuk Percepatan Haji
Hasan Nasbi Kritik Pernyataan Provokatif di Tengah Tantangan Global
Prabowo Perintahkan Pengawasan Ketat Pembangunan Sekolah Rakyat di Kalsel