Ada satu insiden yang dia ceritakan. Memar di punggung tangannya itu, katanya, gara-gara Jaksa Agung AS Pam Bondi yang tanpa sengaja memukulnya dengan cincin saat memberi tos. "Kesehatan saya sempurna," tegas Trump, yang terlihat frustrasi dengan pengawasan ketat terhadap kondisi fisiknya.
Di sisi lain, gaya hidupnya juga jadi bahan perhatian. Trump jarang berolahraga, kecuali main golf di lapangannya sendiri. Dia juga tak pernah sungkan mengaku doyan makanan cepat saji yang tinggi lemak dan garam.
Citra politiknya selama ini memang dibangun dari penampilan penuh semangat. Lewat interaksi langsung dengan jurnalis, unggahan media sosial yang tiada henti, atau meme AI yang menggambarkannya seperti pahlawan super. Namun belakangan, ritme itu seperti mendapat ujian.
Dalam wawancara yang sama, Trump juga mengoreksi pernyataan sebelumnya. Soal pemindaian yang dijalaninya Oktober lalu, dia bilang itu bukan MRI, melainkan CT scan yang prosesnya lebih cepat. Detail kecil, tapi sekali lagi, jadi perhatian.
Artikel Terkait
Tragedi di Kontrakan Warakas: Tiga Nyawa Melayang, Mulut Berbusa
Tragedi Misterius di Warakas, Satu Kelarga Terbaring Tiga Tewas
Teriakan Malam di Gang 10: Satu Keluarga Tewas, Seorang Selamat dengan Luka Melepuh
Operasi Lilin Diperpanjang, Destinasi Wisata Masih Ramai Pascanataru