Percepatan pembangunannya memang patut dicatat. Proyek Huntara ini baru dimulai pada 24 Desember tahun lalu. Namun, dalam waktu kurang dari dua minggu, kemajuan fisiknya sangat signifikan.
Per 1 Januari 2026, tercatat 198 unit sudah selesai berdiri. Angka itu akan melonjak cepat: 600 unit ditargetkan siap huni pada 8 Januari mendatang. Nah, target jangka menengahnya lebih besar lagi. Dalam tiga bulan ke depan, pembangunan akan dirampungkan hingga mencapai 15.000 unit. Sebuah langkah yang cukup ambisius, tapi terlihat upaya nyatanya di lapangan.
Dengan adanya Huntara ini, harapannya kehidupan masyarakat yang terdampak bencana bisa segera kembali berjalan. Setidaknya, mereka punya tempat tinggal yang layak untuk sementara waktu, sambil menata kembali masa depan.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 7,6 Guncang Sulawesi Utara, Satu Tewas dan Bangunan Runtuh
Gempa M 7,6 Guncang Sulut dan Malut, BMKG Catat 29 Susulan dan Peringatan Tsunami Masih Berlaku
Dewan Keamanan PBB Kecam Israel atas Serangan yang Tewaskan Tiga Prajurit TNI di Lebanon
Gempa M 7,6 Guncang Sulut, Tsunami Terdeteksi hingga 75 cm di Minahasa Utara