Sambil berjalan perlahan melintasi jembatan, Prabowo menyimak penjelasan dari Jenderal Maruli mengenai proses pembangunannya. Beberapa kali ia berhenti, bertanya, dan berdiskusi panjang dengan para pendampingnya. Rupanya, detail teknis menjadi perhatian utamanya saat itu.
Pemandangan di sekitar lokasi masih memprihatinkan. Sisa-sisa gelondongan kayu berserakan, beberapa rumah tampak porak-poranda diterjang air. Lumpur yang mengering masih menutupi sebagian area, menjadi saksi bisu kekuatan banjir bandang yang lalu. Sungai di bawah jembatan, ironisnya, kini terlihat kering kerontang.
Di tengah keseriusan peninjauan, ada momen yang menghangatkan. Kehadiran Prabowo rupanya disambut antusias oleh warga yang terdampak. Mereka berkerumun, berdesakan, dan tak henti-hentinya memanggil nama presiden mereka. Suara teriakan itu memecah kesunyian lokasi bencana, memberikan nuansa lain dari kunjungan kerja di akhir tahun.
Artikel Terkait
Tersangka Ketiga Pengusiran Paksa Nenek Elina Ditangkap Saat Nongkrong di Warung Kopi
Dua Penguasa Wilayah di BKT Terancam 12 Tahun Bui Usai Malak dan Aniaya Pedagang
Bupati Bogor Ambil Alih, Perbaikan Titik Macet Puncak Pakai APBD
Malam Tahun Baru Tanpa Kembang Api, Jakarta Kumpulkan Rp 3,1 Miliar untuk Korban Bencana