Sejak Rabu sore, suasana di Bundaran HI sudah ramai. Warga mulai berdatangan, memadati trotoar dan ruang terbuka, sambil menikmati konser yang digelar di panggung utama. Antusiasme menyambut 2026 terasa begitu kental di udara.
Pantauan di lokasi pada Kamis dini hari (1/1/2026) menunjukkan, kerumunan itu masih sangat padat. Mereka tampak tak sabar menunggu detik-detik yang dinanti. Awalnya, acara berlangsung dengan menonton konser, tapi perlahan fokus beralih ke hitung mundur.
Lalu, momen itu tiba. Dipandu oleh pengisi acara, ribuan suara menyatu dalam hitungan yang menggema. Suara teriakan itu pecah, penuh sukacita, menyambut datangnya tahun baru.
"Sepuluh, sembilan, delapan, tujuh, enam, lima, empat, tiga, dua, satu! Selamat Tahun Baru 2026!"
Langit pun tak ketinggalan merayakan. Pertunjukan drone menari-nari membentuk beragam pola cahaya di atas Monas. Namun begitu, dari tengah kerumunan, cahaya lain juga muncul kembang api kecil yang dinyalakan warga, meski sebenarnya dilarang. Suara terompet dan sorak-sorai bersahutan menciptakan simfoni kegembiraan yang khas malam tahun baru.
Nah, soal larangan kembang api ini menarik. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya sudah mengeluarkan surat edaran. Intinya, semua pihak, baik pemerintah maupun swasta, diimbau untuk tidak menyalakan kembang api dalam kegiatan apa pun yang memerlukan perizinan. Tapi, tampaknya imbauan itu tak sepenuhnya dipatuhi oleh sebagian warga yang merayakan.
Di sisi lain, perayaan berjalan relatif lancar. Semangat masyarakat untuk merayakan pergantian tahun secara langsung, bersama-sama, ternyata masih sangat kuat. Mereka datang, berkumpul, dan berbagi harapan di bawah langit Jakarta yang malam itu dihiasi cahaya.
Artikel Terkait
LPDP Tegur Alumni yang Viral Ucapkan Cukup Aku Saja yang WNI
Transaksi QRIS di Sulsel Tembus Rp19 Triliun, Mayoritas Didominasi UMKM
Ramadan Pacu Omzet Pedagang Takjil, Naik Hingga Dua Kali Lipat
Kemenpora Siapkan Strategi Hadapi Kompleksitas Logistik SEA Games 2027 di Malaysia