Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan respons yang cukup santai soal pernyataan KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak. Hal itu terkait pembangunan jembatan pascabencana di Sumatera. Menariknya, Purbaya mengaku baru tahu kalau dalam proyek itu ternyata ada utang yang menumpuk.
Ungkapan itu ia sampaikan dalam sebuah Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana DPR, yang digelar di Aceh, Selasa lalu. Awalnya, Purbaya menjelaskan peran Kemenkeu yang lebih banyak bekerja di belakang layar.
"Jadi, kalau peran Menteri Keuangan agak sedikit, Pak. Soalnya kami di belakang, kami cuma ya bayar kalau ada tagihan," ujar Purbaya.
Selama ini, menurutnya, proses pembiayaan berjalan lewat satu pintu yaitu BNPB. Semestinya semua berjalan lancar. Namun begitu, Purbaya mengaku baru tersadar ada utang yang dipegang oleh pihak Maruli. Kebetulan dalam rapat itu, dia duduk persis di sebelah sang Jenderal.
"Yang kami tahu kan selama ini satu pintu lewat BNPB. Harusnya sih kita anggap lancar tadinya. Tapi saya baru tahu bahwa sebelah saya punya utang banyak rupanya," candanya.
Artikel Terkait
Dishub Bogor Tilang Taksi Konvensional Jakarta karena Ngetem dan Operasi di Luar Wilayah
PP TUNAS Diresmikan, Perlindungan Anak di Ruang Digital Diperkuat Jelang Hari Penyiaran
Israel Tuduh Hizbullah Gunakan Pos Pasukan Perdamaian PBB sebagai Perisai
DPR Optimistis Kapal Pertamina di Selat Hormuz Segera Dilepaskan Iran