Ratusan pemuda dari berbagai penjuru Tasikmalaya memadati Pendopo Baru Singaparna, Senin (29/12/2025) lalu. Mereka berkumpul untuk satu tujuan: mengikuti Program Pelatihan Kewirausahaan Pemuda Kabupaten Tasikmalaya 2025. Acara yang cukup meriah ini menghadirkan Muhammad Husein Fadlulloh, anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra yang juga Bendahara Umum DPP TIDAR, sebagai pembicara utama.
Di hadapan para peserta, Husein sapaan akrabnya langsung menekankan esensi dari pelatihan ini. Menurutnya, ini bukan sekadar teori. Tujuannya jelas: membekali anak muda dengan bekal nyata, mulai dari pengetahuan, motivasi, sampai strategi praktis. Semua itu penting banget untuk membangun usaha mandiri, apalagi di tengah persaingan ekonomi yang makin ketat.
"Pemerintah daerah bersama organisasi kepemudaan mendorong pemuda agar tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru,"
begitu penegasan Husein dalam keterangan tertulisnya.
Nah, dalam paparannya, dia banyak bercerita soal mentalitas. Keberanian untuk memulai usaha sejak muda jadi poin kunci. Tapi itu saja tidak cukup. Harus dibarengi dengan kesiapan mental, inovasi yang terus diasah, dan tentu saja, kemampuan jeli membaca peluang yang ada di pasar. Dia mendorong para pemuda untuk tidak menjauh dari akarnya. Justru, potensi lokal Tasikmalaya harus dilihat sebagai basis yang kuat untuk membangun usaha yang berkelanjutan.
"Kewirausahaan bukan sekadar soal modal, tapi soal mental, konsistensi, dan keberanian mengambil keputusan,"
ujar Husein dengan semangat.
"Anak muda harus berani mencoba, berani gagal, dan berani bangkit."
Di sisi lain, acara ini juga diwarnai kehadiran Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi. Dia hadir sebagai narasumber yang melengkapi. Dalam kesempatan itu, Asep Sopari menyampaikan komitmen tegas pemerintah daerah. Pengembangan wirausaha muda, bagi mereka, adalah pilar penting untuk menguatkan perekonomian daerah.
Menurutnya, Tasikmalaya punya segudang potensi yang sayang kalau dilewatkan. Mulai dari sektor pertanian, UMKM, sampai ekonomi kreatif dan industri yang berbasis kearifan lokal. Semua itu ladang subur yang siap digarap oleh semangat dan kreativitas generasi muda.
"Pemerintah daerah siap mendorong ekosistem kewirausahaan melalui pelatihan, pendampingan, dan akses jejaring usaha,"
tutur Asep Sopari meyakinkan.
Pada akhirnya, program pelatihan ini diharapkan jadi lebih dari sekadar acara seremonial. Ia diharap menjadi ruang belajar yang inspiratif, tempat para pemuda Tasikmalaya mengasah kapasitas diri dan meningkatkan daya saing mereka. Kolaborasi antara wakil rakyat, pemerintah daerah, dan organisasi kepemudaan ini ditargetkan bisa melahirkan wirausahawan-wirausahawan muda yang tangguh. Mereka lah yang nantinya diharapkan bisa berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Usulkan Haul Ulama dan Pejuang Betawi Jadi Bagian Resmi HUT Jakarta
Laporan Ombudsman Warnai Polemik Pergantian Ketua RT di Tanjung Barat
Dokumen AS Ungkap Kiriman Potongan Kain Kabah ke Jeffrey Epstein
Polri Operasikan Drone ETLE untuk Awasi Pelanggaran Ganjil Genap di Jakarta