Menurut penyelidikan, Nuryana tega membunuh hanya demi harta benda korban. Rencananya, motor hasil curian itu akan dijual. Uangnya dipakai buat beli handphone.
"Tujuannya untuk membeli handphone karena pelaku tidak punya," katanya.
Untungnya, aksi keji ini tak berlangsung lama. Tim polisi bergerak cepat. Kurang dari satu kali 24 jam, Nuryana sudah diciduk di tempat persembunyiannya di Kecamatan Cimanggu.
"Ditangkap kurang dari 24 jam setelah melakukan aksinya," tegas Dhyno.
Saat diperiksa, Nuryana mengakui perbuatannya dengan polos yang membuat merinding. Dia mengiyakan soal pembelian pisau cutter seharga lima ribu rupiah itu.
"Saya membeli pisau cutter seharga Rp 5 ribu," singkat pengakuannya.
Singkat, tapi cukup menggambarkan niat buruk yang sudah direncanakannya di tengah malam yang gelap itu.
Artikel Terkait
BMKG Prakirakan Hujan Ringan hingga Sedang Guyur Jakarta Pagi Ini
Serangan Energi Guncang Pasar Minyak, Indonesia Incar Pasokan Alternatif dari Rusia
Yusril Tegaskan Kasus Air Keras Aktivis KontraS Tetap di Pengadilan Militer
Pertemuan AS Dijadwalkan, Lebanon dan Israel Bahas Gencatan Senjata