tambahnya lagi.
Di sisi lain, suasana di lapangan sungguh berbeda. Bilal Hunaisha, seorang warga Qabatiya, menggambarkan situasi yang mencekam. Baginya, ini jelas bentuk hukuman kolektif.
keluhnya pada AFP. Ia menunjuk tumpukan puing yang sengaja ditabrakkan untuk menutup akses jalan. Sekat itu, bagai simbol, memisahkan mereka dari dunia luar.
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Beberkan Oknum Internal Bawa Kembali Vendor Bermasalah Penyebab Gangguan Coretax
Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria di Final FIFA Series 2026 di SUGBK
Presiden Prabowo Bertolak ke Jepang, Bahas Kerja Sama Strategis dengan Kaisar dan PM
Arus Balik Lebaran, Kemacetan 5 Kilometer Paralyze Jalur Pantura Cirebon