Untungnya, insiden ini tidak merenggut nyawa. Pengemudi truk, HS atau Hendro Simarmata, selamat dengan hanya luka ringan di lengan kanannya. Namun, nasib truknya tidak seberuntung itu.
Kerusakan tak hanya pada kendaraan. Jalan tol pun ikut menjadi korban. Aspal di lokasi tergores cukup dalam sepanjang kira-kira tiga meter bekas tubuh truk tergelincir.
Petugas PJR dan pengelola jalan tol buru-buru datang. Mereka mengamankan lokasi dan mengatur arus lalu lintas yang mulai tersendat. Evakuasi truk dilakukan secepatnya untuk mencegah kemacetan yang lebih parah.
Di sisi lain, kejadian ini kembali jadi pengingat yang keras. Polisi mengulang imbauannya soal bahaya overloading. Muatan berlebih atau ODOL bukan cuma pelanggaran, tapi bom waktu. Beban pada ban dan rem jadi di luar batas, dan ujung-ujungnya bisa berakibat fatal di jalan raya yang padat seperti ini.
Artikel Terkait
Tim Hukum Klaim Identifikasi 16 Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus
Indodax Raih Dua Penghargaan Platform Kripto Terpercaya 2026
PBB Kecam RUU Hukuman Mati Israel, Sebut Kejam dan Diskriminatif
Gejolak Iran Ancam Rantai Pasok Industri, Harga BBM Dijamin Tak Naik