Bau Sampah Menggunung, Pedagang Bunga di Ciputat Terpaksa Berjualan Pakai Masker

- Sabtu, 27 Desember 2025 | 16:05 WIB
Bau Sampah Menggunung, Pedagang Bunga di Ciputat Terpaksa Berjualan Pakai Masker

Bau busuk yang menusuk hidung langsung terasa begitu mendekati kios bunga Rizal di Jalan Aria Putra, Ciputat. Bukan aroma melati atau mawar yang menyambut, melainkan bau sampah yang sudah membusuk. Tumpukan kantong plastik dan sisa-sisa rumah tangga itu menggunung persis di samping tempatnya berjualan, mengundang lalat berkerumun di atas bunga-bunga segarnya.

“Udah hampir sebulan sih ini,” ucap Rizal, sambil menata ulang setangkai bunga yang mulai layu. Suaranya terdapat keluhan yang tertahan.

Kondisi itu, tentu saja, langsung memukul omzetnya. Kiosnya yang biasanya ramai, kini sepi. Pembeli yang lewat cenderung mempercepat langkah atau menutup hidung. Rizal sendiri terpaksa memakai masker sepanjang hari berjaga. Menurutnya, sebelumnya situasinya tidak separah ini. Sampah biasa diangkut rutin, dan suasana pasar tetap ramai.

“Sepi, ya. Dibilang pendapatan nggak sepi-sepi banget, tapi lumayan mempengaruhi,” keluhnya saat ditemui Sabtu lalu.

Ia lalu menambahkan, sambil menunjuk ke arah beberapa lapak kosong di dekatnya, “Apalagi kita kebauan, bau busuk. Mungkin karena faktor itu, pembeli juga nggak nyaman. Pedagang lain aja, yang biasanya empat orang jualan di sini malam-malam, sekarang pada nggak muncul.”

Keluhan serupa datang dari warga sekitar. Anwar (56), yang kebetulan melintas, juga terlihat mengenakan masker. Ia mengaku sudah hampir tidak tahan dengan situasi ini.

“Ya bau, jadi pakai masker. Nggak nahan baunya,” ujarnya singkat.

Menurut penuturannya, persoalan sampah ini bukan hal baru. Tumpukan itu sudah menggunung hampir sebulan tanpa ada yang mengangkut. “Hampir mau sebulan ini kayaknya sampahnya nggak diangkut,” imbuh Anwar, mengonfirmasi keluhan Rizal.

Jadi, di balik warna-warni bunga yang seharusnya mencerahkan, ada persoalan klasik yang belum tuntas. Pedagang seperti Rizal hanya bisa pasrah, menunggu sambil berharap bau busuk itu segera hilang dan pembeli kembali berdatangan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar