Pemerintah, bersama Yayasan Buddha Tzu Chi, akan membangun 2.600 hunian tetap untuk korban bencana di tiga provinsi: Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Ada satu pesan kunci dari Menteri Perumahan Maruarar Sirait: lokasinya harus aman. Jangan sampai nanti rumah-rumah baru itu malah terancam banjir atau longsor.
Permintaan itu disampaikan Maruarar dalam sebuah rapat koordinasi, Kamis (25/12/2025) lalu. Bayangkan, rapat digelar di hari Natal. Ini menunjukkan betapa mendesaknya upaya penanganan pasca-bencana tersebut.
Rapat itu sendiri dihadiri sejumlah pejabat penting. Hadir baik secara daring maupun luring, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Hukum dan HAM Supratman Andi Agtas, dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Tak ketinggalan, Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan juga ikut serta.
Dari pihak daerah, Gubernur Sumut Bobby Nasution, Wagub Sumbar Vasko Ruseimy, dan Wagub Aceh Fadhlullah turut menyumbang pikiran. Intinya, semua pihak terkait berusaha menyatu dalam satu tujuan.
Maruarar pun menyampaikan apresiasinya. Terutama pada Tzu Chi yang bersedia bergotong royong. Ia juga berterima kasih pada semua jajaran yang meluangkan waktu di hari libur.
Artikel Terkait
Korlantas Polri Genjot Penegakan Hukum Digital untuk Atasi Over Dimension dan Overload
Jerman Minta Tiongkok Gunakan Pengaruh di Iran untuk Perundingan dengan AS
Wisatawan Belgia Dideportasi dari Bali Usai Lompat Tebing dengan Motor dan Kabur dari Ganti Rugi
Wakil Ketua MPR: Pasar Minyak Dunia Jadi Sellers Market, Indonesia Perkuat Diplomasi Energi