Suasana berbeda terasa di Gereja Katedral Jakarta pagi itu. Untuk Misa Natal tahun ini, ada sesi khusus yang disediakan bagi jemaat lanjut usia. Rupanya, kebijakan ini disambut hangat. Banyak dari mereka yang mengaku bisa beribadah dengan lebih khidmat dan tenang.
Ambil contoh pasangan Putu (74) dan Wijanarko (77). Keduanya datang jauh-jauh dari Jatibening, Bekasi. Menurut mereka, ibadah jadi lebih bermakna dengan adanya waktu khusus ini. "Pasti lebih khidmat," ujar Putu dengan suara tenang. "Kalau spesial kan lebih tenang ya," lanjutnya.
Wijanarko, di sisinya, langsung menimpali. Baginya, kemudahan praktis juga sangat terasa.
"Nyari tempat duduk pasti dapat, nggak grasak-grusuk," katanya sambil tersenyum. "Pokoknya kita harus tetap semangat," tambahnya penuh semangat.
Harapan apa yang mereka bawa dalam doa Natal kali ini? Jawabannya sederhana namun mendalam. Keduanya berharap agar selalu diberi kesehatan dan kebahagiaan. "Kita dikasih kesehatan, Indonesia jadi lebih baik, kita tambah baik, tambah happy," ungkap mereka kompak.
Perasaan serupa diungkapkan Agnes. Di usianya yang ke-77, wanita dari PIK 2, Tangerang ini datang bersama keponakannya. Meski harus menggunakan kursi roda, Agnes tak merasa kesulitan. Ia justru merasa nyaman dan sangat bersyukur bisa hadir langsung di Katedral.
"Senang sekali diberi waktu khusus untuk ibadah," ujarnya. "Kita pengin merayakan Hari Raya Yesus Kristus, mau rayakan Natal langsung di Katedral."
Doanya pun tak jauh berbeda. Di usia senja, harapan akan kesehatan dan umur panjang menjadi permohonan utama. "Saya doa biar dikasih sehat, panjang umur, biar Tuhan berkati," tutur Agnes dengan penuh keyakinan.
Nampaknya, kebijakan sederhana ini membawa dampak yang luar biasa. Bagi jemaat lansia, itu bukan sekadar kemudahan, melainkan bentuk perhatian yang membuat perayaan Natal mereka terasa lebih lengkap dan penuh makna.
Artikel Terkait
Timnas Futsal Indonesia Tembus Final Piala Asia 2026 untuk Pertama Kali
Tiga Pelajar Siram Siswa Lain Diduga Pakai Air Keras di Cempaka Putih
Mantan Gubernur Lemhannas Agus Widjojo, Diplomat dan Pemikir Reformasi TNI, Wafat
BPS: Pengangguran Turun, Namun Kualitas Pekerjaan dan Upah Masih Jadi Tantangan