Program diskon tiket kapal PELNI yang digelar pemerintah ternyata disambut luar biasa. Sejak dibuka akhir November lalu, kuota potongan harga 20% untuk kelas ekonomi itu sudah terserap 68%. Artinya, tinggal tersisa sekitar 32% lagi yang bisa dimanfaatkan masyarakat hingga program berakhir nanti.
Ditto Pappilanda, Sekretaris Perusahaan PELNI, mengaku senang dengan respons ini. Menurutnya, data penjualan yang terus merangkak naik membuktikan program stimulus ini tepat sasaran.
"Penjualan tiket yang terus meningkat menunjukkan bahwa stimulus ekonomi dari pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang ingin bepergian dengan harga terjangkau selama libur akhir tahun," jelas Ditto melalui keterangan tertulis pada Kamis (25/12).
Ia menambahkan, geliat perjalanan terpantau tinggi di beberapa rute. Yang paling ramai adalah lintas Belawan-Batam, diikuti oleh Jayapura-Biak dan juga Makassar-Bau-Bau. Program ini jelas mendongkrak mobilitas.
Nah, buat yang belum beli, ini saatnya. Ditto mengingatkan, begitu kuota diskon habis, harga tiket akan kembali normal. "Dengan sisa kuota diskon sekitar 32 persen, kami mengimbau masyarakat yang belum memesan tiket agar segera melakukan pembelian," paparnya.
Di sisi lain, antusiasme yang meledak ini tak lantas membuat PELNI abai soal keamanan. Ditto menegaskan, aspek keselamatan pelayaran tetap yang utama. Mereka terus berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan untuk memastikan jumlah penumpang tidak melebihi kapasitas kapal. Soal ini, kata dia, tidak ada kompromi.
Lalu, di mana saja puncak keramaiannya? Data per 25 Desember pagi mencatat, realisasi penumpang periode 17-25 Desember sudah mencapai 164.385 orang. Puncaknya terjadi sehari setelah masa perjalanan diskon dimulai, tepatnya pada 18 Desember, dengan 27.765 penumpang. Angka itu melonjak hampir 100% dibanding hari yang sama tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, penjualan tiket diskon telah menyentuh angka 265.304 tiket. Nilai penyerapan dananya mencapai Rp 24,8 miliar dari total anggaran yang disiapkan.
Untuk mendapatkannya, masyarakat bisa akses semua saluran resmi. Mulai dari aplikasi PELNI Mobile, website, kontak center 162, sampai loket cabang. Pembayaran juga fleksibel, lewat berbagai virtual bank, gerai ritel seperti Alfamart dan Indomaret, hingga sejumlah platform pembayaran digital.
Selama periode Natal dan Tahun Baru ini, lalu lintas penumpang terpadat terpusat di beberapa pelabuhan. Untuk kedatangan, Makassar jadi yang teratas dengan lebih dari 21 ribu penumpang, disusul Ambon dan Batam. Pola serupa terlihat di pelabuhan keberangkatan, dengan Makassar dan Ambon lagi-lagi memimpin.
Artikel Terkait
Roket Penelitian Norwegia Hampir Picu Krisis Nuklir dengan Rusia pada 1995
Bhumjaithai Pimpin Hasil Pemilu Thailand, Anutin Dekat dengan Kemenangan Telak
IHSG Melemah Tipis, Tertekan Outlook Negatif Moodys dan Pelemahan Rupiah
DPR dan Pemerintah Bahas Perbaikan Tata Kelola BPJS Penerima Bantuan Iuran