Suasana ramai di lantai dua Alfamart Drive Thru Gading Serpong itu tiba-tiba disemarakkan oleh tawa riang. Tujuh belas anak, yang merupakan pasien kanker, sedang asyik menata rak display layaknya karyawan toko. Mereka tak sendirian; orang tua masing-masing setia mendampingi dari belakang, memberi semangat sambil ikut tersenyum melihat antusiasme buah hati mereka.
Tangan-tangan mungil itu bergerak lincah, mengambil aneka produk ringan. Ada yang bingung memilih, ada yang langsung gespat menatanya. Riuh rendah canda mengisi sudut gerai yang biasanya didominasi deretan rak itu. Kegembiraan itu nyata dan menular.
"Seru banget!"
Ujar seorang anak perempuan spontan, senyumnya mengembang lebar. Kalimat sederhana itu rasanya lebih berarti dari segudang penjelasan.
Menurut Rachel Lukman, Co-Founder Yayasan Urup Mulia Ananda (YUMA), momen seperti inilah yang ingin mereka ciptakan. "YUMA berfokus membantu mewujudkan harapan dan impian anak-anak pejuang kanker," katanya.
Kegiatan yang digagas YUMA dan menggandeng YKAI ini memang punya tujuan jelas: memberi ruang kebahagiaan. Bukan cuma sekadar bermain. Di balik keriangan itu, ada nilai edukasi. Anak-anak jadi paham, ternyata menata produk di rak agar mudah dijangkau pelanggan itu ada seninya sendiri. Mereka belajar dengan cara yang paling menyenangkan: langsung mempraktikkannya.
Lokasinya sendiri pun dipilih dengan konsep. Gerai Drive Thru ini memang berbeda dari Alfamart biasa, dan suasana lantai duanya memberikan pengalaman baru yang segar bagi anak-anak.
Rachel juga menekankan, kegiatan yang bertepatan dengan momen Hari Ibu ini adalah bentuk dedikasi. "Kami dedikasikan tidak hanya untuk anak-anak, tetapi juga untuk para ibu yang dengan tulus dan penuh semangat mendampingi buah hatinya selama masa perawatan," tuturnya.
Rangkaian acaranya memang padat dan berwarna. Setelah sesi menata display bersama karyawan, anak-anak diajak berkreasi membuat apron, lalu menghias tumpeng bersama ibu mereka. Puncaknya, ada sesi mendongeng yang dibawakan Rachel sendiri. Setiap aktivitas dirancang untuk memicu kreativitas dan kebersamaan.
"Senyum bahagia mereka adalah cahaya bagi YUMA untuk terus melangkah," ucap Rachel. Baginya, cahaya itulah yang menjadi bahan bakar semangat mereka untuk terus mengabdi.
Yayasan yang berbasis di Tangerang dan berdiri sejak Maret 2023 ini memang punya komitmen kuat. Fokusnya satu: mewujudkan harapan anak-anak yang berjuang melawan kanker. Pencapaiannya hingga kini cukup beragam. Dari hal sederhana seperti mengabulkan keinginan punya mainan atau sepeda baru, sampai hal yang lebih besar seperti mengantarkan mereka berlibur ke tempat impian.
Selain itu, YUMA juga rutin menggelar beragam kegiatan sosial. Nonton bareng, acara berbagi, atau program edutrip, semuanya melibatkan puluhan bahkan ratusan anak pejuang kanker. Intinya sederhana: di tengyih perjuangan berat mereka, ada momen-momen bahagia yang layak untuk dinikmati.
Artikel Terkait
Gereja dan Muhammadiyah Bantu Sukseskan HUT NU di Malang, Prabowo Hadir
Timnas Futsal Indonesia Runner-up Piala Asia Usai Kalah Adu Penalti dari Iran
PAN Dukung Prabowo di 2029, Gibran Fokus Awasi Program Pemerintahan
Kahudi: Tren Buruk PSM Bisa Jadi Motivasi atau Beban di Laga Kontra PSBS