Helibox Bantuan TNI Dituding Kosong, Ini Penjelasan Teknis di Baliknya

- Selasa, 23 Desember 2025 | 14:10 WIB
Helibox Bantuan TNI Dituding Kosong, Ini Penjelasan Teknis di Baliknya

Sebuah video yang beredar luas di media sosial memicu tanya. Dalam rekaman itu, terlihat kotak logistik bantuan untuk korban bencana di Sumatera yang disalurkan via helibox tampak kosong. Isu ini langsung memanas.

Tapi, pihak TNI dengan tegas membantah narasi tersebut. Mereka memastikan setiap helibox yang diterjunkan sudah terisi penuh, tidak ada yang kosong.

Menurut sejumlah saksi di lapangan, penyaluran bantuan dengan metode helibox ini sebenarnya berjalan lancar. Komandan Batalyon Perbekalan Angkutan 5 ARY, Letkol CBA Supriyanto, mengonfirmasi hal itu. Semua prosedur, katanya, sudah diikuti dengan benar.

"Setiap helibox yang diterjunkan telah melalui inspeksi setelah diisi, diperiksa oleh anggota, dan disaksikan perwira. Sehingga tidak mungkin helibox kosong ikut diterjunkan,"

Begitu penjelasannya, seperti dilansir Antara, Selasa (23/12/2025).

Lalu, kenapa bisa terlihat kosong? Supriyanto pun menjabarkan detail teknisnya. Tinggi helibox itu sekitar 73 sentimeter. Sementara, muatan logistik di dalamnya cuma setinggi 30 sentimeter saja.

Nah, dari situ muncul rongga di bagian atas, kira-kira 35-37 sentimeter. Dari luar, ya, memang tampak seperti kotak kosong. Padahal sebenarnya, barang bantuannya sudah terikat dan terpatri rapi di bagian dasar kotak.

Ada alasan logis di balik pengisian yang tidak penuh ini. "Batas maksimal berat helibox adalah 5 kilogram," jelasnya. Kalau diisi sampai penuh, beratnya bisa melonjak sampai 9 kilogram. Risikonya, helibox bisa rusak saat dijatuhkan dari udara. Makanya, pengisiannya tidak boleh sampai ke bibir kotak.

Inilah yang rupanya sering memicu salah paham.

Letkol Supriyanto berharap klarifikasi ini bisa meluruskan informasi yang beredar. Proses penyaluran bantuan udara, menurutnya, sudah melalui tahapan yang tertib dan berlapis. Semua demi memastikan bantuan itu benar-benar sampai ke tangan warga yang terdampak bencana.

"Mudah-mudahan ini memberi pemahaman kepada kita semua, sehingga tidak terjadi salah tafsir atau sangkaan yang menyimpang dari kenyataan,"

Katanya menutup penjelasan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar