Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Tamiang Akhirnya Tiba
Masyarakat Aceh Tamiang yang terdampak banjir dan longsor akhirnya mendapat bantuan langsung dari pemerintah pusat. Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menyerahkan puluhan ribu paket bantuan saat berkunjung ke kabupaten itu pada Senin (22/12/2025). Bantuan ini diharapkan bisa sedikit meringankan beban warga yang masih berjuang.
Totalnya ada 62.169 paket. Isinya beragam, mulai dari kebutuhan pokok seperti beras dan makanan, hingga barang-barang penting lain. Ada selimut, kemeja, sarung, mukena, hingga pembalut wanita. Bantuan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kemendagri, TP PKK Pusat, dan sejumlah perusahaan garmen.
Rupanya, penyaluran bantuan ini punya cerita menarik di baliknya. Seminggu sebelumnya, tepatnya pada Sidang Kabinet Paripurna tanggal 15 Desember, Tito mengusulkan sesuatu kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia meminta pemerintah memfasilitasi perusahaan garmen yang ingin menyalurkan bantuan pakaian. Usulannya itu langsung disetujui.
"Saya tahu di pengungsian banyak yang kurang pakaian," kata Tito dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/12/2025).
"Kemudian juga selimut, kain sarung. Ada juga kebutuhan makanan, kebutuhan untuk wanita, untuk anak-anak, dan lain-lain," tambahnya.
Menurut Tito, bantuan ini bukanlah yang terakhir. Pemerintah berencana akan melanjutkan lagi penyalurannya ke depan.
"Kami kira itu usaha yang mudah-mudahan ini bisa meringankan. Dan ini (bantuan) bukan sekali, kita akan lanjutkan lagi," ujarnya.
Namun begitu, prosesnya tak sepenuhnya mulus. Sebagian perusahaan garmen penyumbang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Artinya, ada aturan kepabeanan dan perdagangan yang harus dilalui. Tapi, Tito menegaskan, peraturan sebenarnya sudah memberi ruang untuk pengecualian dalam situasi bencana.
"Tapi ada dalam aturan Undang-Undang ya, bahwa kalau untuk kepentingan bencana, itu boleh," jelasnya.
"Boleh dan tidak dikenakan pajak, bea cukai, sepanjang ada, satu, permintaan dari instansi pemerintah. Yang kedua, harus mendapatkan persetujuan dari Menteri Keuangan c.q. Ditjen Bea Cukai dan Kementerian Perdagangan," tutup Tito.
Karena itulah, ia menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Keuangan dan Kementerian Perdagangan. Dukungan dari kedua kementerian itulah yang membuat bantuan dari perusahaan-perusahaan di KEK akhirnya bisa sampai ke tangan korban bencana di Aceh Tamiang.
Artikel Terkait
Patroli Gabungan Amankan Empat Pemuda Diduga Hendak Tawuran di Pulogadung
Mendagri Laporkan Pemulihan Pascabencana Sumatera Berjalan Positif
Polisi Tangani Penganiayaan Ojol di Kembangan, Terduga Pelaku Oknum TNI
Presiden Prabowo Beri Arahan Awal Tahun kepada Pimpinan TNI-Polri