Bareskrim Polri berhasil menggulung sebuah jaringan narkoba yang mengincar pesta Djakarta Warehouse Project (DWP) di Bali. Tak tanggung-tanggung, tujuh belas orang diamankan. Di antara mereka, nama Donna Fabiola mencuat. Siapa sebenarnya perempuan ini?
Menurut keterangan Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, Donna berperan sebagai pengedar.
"Donna ini adalah pengedar. Dia mengaku mendapatkan narkoba dari suaminya, Tigra Denres Sonda, yang saat ini masih buron," jelas Eko kepada awak media, Senin lalu.
Kronologinya begini. Awalnya, tim gabungan yang dipimpin beberapa perwira, termasuk Kombes Pol Handik Zusen, mendapat informasi peredaran kokain dan MDMA di Bali. Informasi itu kemudian dikembangkan. Dari penyelidikan, diketahui akan ada transaksi di sebuah kafe mewah di Jalan Petitenget, Kerobokan.
Untuk memastikannya, anggota polisi pun menyamar. Mereka mengatur pertemuan dan memesan kokain langsung kepada Donna. Transaksi disepakati, dan akhirnya Donna diamankan di area parkiran kafe tersebut pada Rabu, 10 Desember.
Namun begitu, penangkapan itu membawa kejutan lain.
"Saat penangkapan, di dalam mobil Wuling Binguo EV milik Donna, ternyata ada dua orang temannya, yaitu Emir dan Mifrat," tambah Eko.
Penggeledahan segera dilakukan. Dari Donna, polisi menyita 1 klip kokain dan 4 plastik klip MDMA. Sementara dari dalam mobil, tepatnya di tas milik Emir, ditemukan 1 buah pod berisi THC. Tapi ini belum akhir.
Tim lalu melakukan pengembangan. Mereka mendatangi rumah Donna di kawasan Sidakarya, Denpasar Selatan. Hasilnya? Lagi-lagi barang bukti ditemukan: seplastik klip kokain, piring alas, dua kartu untuk menggaris, dan empat sedotan khusus.
Donna pun buka suara. Dia mengaku mendapatkan pasokan dari suaminya, Tigran, sekitar seminggu sebelumnya. Jumlahnya sekitar 10 gram, dibungkus dalam plastik-plastik klip kecil.
"Mereka berdua mengonsumsi sebagian di rumah. Sisanya, ya itu tadi, dijual kepada anggota kami yang menyamar," papar Eko merinci pengakuan tersangka.
Operasi ini sekaligus menggagalkan rencana jaringan tersebut yang dikabarkan akan meracuni pesta besar DWP dengan barang haram itu.
Artikel Terkait
Korlantas Tinjau Kesiapan Rest Area Tol Jelang Puncak Mudik Lebaran 2026
Presiden Prabowo Minta Maaf Tak Bisa Jemput PM Australia di Bandara
Satgas Pangan Perketat Pengawasan Harga dan Mutu Jelang Hari Besar Keagamaan
Pemerintah Kaji Cadangan Pangan Siap Santap untuk Tanggap Darurat Bencana