Kecelakaan maut kembali merenggut nyawa di jalan tol. Bus PO Cahaya Trans terguling hebat di kawasan Simpang Susun Exit Tol Krapyak, Kota Semarang. Tragisnya, 16 penumpang meregang nyawa dalam insiden itu.
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ribut Hari Wibowo, menjelaskan pola luka para korban. Menurutnya, hal itu konsisten dengan arah jatuhnya kendaraan.
"(Korban) Sebagian besar luka di sisi kiri. Sesuai dengan jatuhnya bus," ujar Ribut, Senin (22/2/2025).
Dugaan awal polisi mengarah pada kecelakaan tunggal. Namun begitu, penyelidikan masih terus digenjot. Salah satu fokusnya adalah kondisi pengemudi saat kejadian. Ada indikasi sopir mungkin mengantuk.
Tak cuma itu, pihak kepolisian juga akan memeriksa ada tidaknya pengaruh zat terlarang. "Nanti terhadap driver, sopirnya juga kita sedang kita tes untuk urine. Kita tes apakah yang bersangkutan menggunakan narkoba atau kandungan zat yang dilarang lainnya," jelas Ribut lebih lanjut.
Kejadian mengerikan ini berlangsung dini hari, tepatnya pukul 00.45 WIB. Budiono, Kepala Kantor Basarnas Semarang, mengonfirmasi waktu kejadian. Evakuasi korban pun langsung dilakukan oleh tim gabungan, dengan Basarnas Kota Semarang mengambil peran utama.
Data terakhir menyebut, bus itu mengangkut 34 orang. Enam belas di antaranya meninggal dunia. Sisanya, 18 penumpang, berhasil selamat meski harus melalui malam yang sungguh mengerikan.
Artikel Terkait
Korlantas Tinjau Kesiapan Rest Area Tol Jelang Puncak Mudik Lebaran 2026
Presiden Prabowo Minta Maaf Tak Bisa Jemput PM Australia di Bandara
Satgas Pangan Perketat Pengawasan Harga dan Mutu Jelang Hari Besar Keagamaan
Pemerintah Kaji Cadangan Pangan Siap Santap untuk Tanggap Darurat Bencana