Warga Tangsel Geram, Gunungan Sampah di Kolong Flyover Ciputat Tak Kunjung Diangkut

- Senin, 15 Desember 2025 | 07:45 WIB
Warga Tangsel Geram, Gunungan Sampah di Kolong Flyover Ciputat Tak Kunjung Diangkut

Bau menusuk langsung tercium begitu melintas di kolong flyover Ciputat, Tangerang Selatan. Bukan bau biasa, melainkan aroma busuk yang berasal dari tumpukan sampah menggunung di trotoar. Sampah rumah tangga, potongan kayu, bahkan kasur bekas, menumpuk begitu saja hingga ketinggiannya hampir menyamai pagar pembatas jalan. Pemandangan yang sama memprihatinkan juga terlihat berjajar di sepanjang jalur dari Ciputat menuju Pamulang, dengan kantong-kantong plastik hitam berserakan. Warga yang melintas jelas-jelas kesal.

Menanggapi kondisi itu, Ketua DPRD Tangerang Selatan Abdul Rasyid tak bisa tinggal diam. Dia mendesak pemerintah kota untuk segera bertindak mengangkut sampah-sampah yang sudah mengganggu itu. Menurutnya, penumpukan yang berlarut-larut pasti akan menimbulkan dampak serius.

"Harus diangkut, sekarang juga. Kami dari DPRD mendorong upaya konkret untuk mengatasi ini, karena sudah sangat mengganggu kenyamanan masyarakat," tegas Abdul Rasyid kepada para wartawan, Senin (14/12/2025).

Di sisi lain, Abdul Rasyid juga menyampaikan permintaan maafnya kepada warga. Dia mengakui bahwa ketidaknyamanan ini adalah masalah yang serius dan butuh penyelesaian cepat.

"Pertama, tentu kami mohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat. Kedua, kami sudah mendorong Pemkot untuk mencari solusi konkret. Soal sampah ini selalu jadi sorotan kami di DPRD," tuturnya.

Persoalannya, kata Abdul, tidak sesederhana hanya mengangkut sampah hari ini. Akar masalahnya ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang yang sudah kelebihan muatan. Kapasitasnya tidak lagi memadai untuk menampung sekitar 1.100 ton sampah yang dihasilkan Tangsel setiap harinya.

"Cipeucang sudah tidak mungkin menampung semuanya. Daya tampungnya jauh di bawah angka itu," jelasnya.

Lalu, solusi jangka panjang seperti apa? Abdul Rasyid mengungkapkan bahwa Pemkot Tangsel sebenarnya pernah mencoba menjajaki kerja sama dengan Pemkab Pandeglang untuk menggunakan TPA di Bangkonol. Sayangnya, upaya itu mentah setelah ditolak warga setempat.

Namun begitu, jalan lain harus tetap dicari. Abdul mendorong pemerintah kota untuk tidak menyerah dan membuka komunikasi lebih luas.

"Kalau Cipeucang dalam kondisi darurat, ya pemerintah harus maksimal. Lakukan komunikasi, misalnya ke pemerintah provinsi, pusat, atau daerah lain yang memungkinkan diajak kerja sama," pungkasnya.

Gunungan Sampah Memenuhi Sudut Kota

Pantauan di lapangan pada Sabtu (13/12/2025) memperlihatkan betapa parahnya situasi ini. Tumpukan sampah itu terlihat mulai dari area tanjakan flyover Ciputat yang mengarah ke Pamulang. Sampah-sampah itu bukan cuma merusak pemandangan, tapi benar-benar mengambil alih trotoar yang seharusnya jadi hak pejalan kaki.

Kondisinya memprihatinkan. Dan yang jelas, warga Tangsel sudah muak menunggu. Mereka butuh aksi nyata, bukan sekadar janji.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler