- Kamal Muara
- Kapuk Muara
- Penjaringan dan Pluit
- Ancol
- Kamal
- Marunda
- Cilincing
- Kalibaru
- Muara Angke
- Tanjung Priok
- serta Kepulauan Seribu
Setiap lokasi punya karakteristik sendiri. Bentuk pantai, arah angin, dan penurunan tanah yang terus terjadi memengaruhi seberapa parah dampaknya.
Ketika air pasang datang, genangan mulai merayap. Jalanan pesisir terendam, aktivitas warga dan kapal melambat, permukiman rendah kebanjiran, dan area nelayan pun ikut kena imbas. Suasana jadi serba lambat dan kurang nyaman.
Lalu, Apa yang Bisa Dilakukan Warga?
Pemerintah mengimbau warga, khususnya di Jakarta Utara, untuk tetap siaga. Beberapa langkah praktis ini mungkin bisa membantu:
- Waspadai perubahan cuaca dan kondisi laut. Kalau bisa, hindari dulu aktivitas di zona pesisir saat jam-jam pasang tinggi.
- Periksa saluran air di sekitar rumah. Pastikan tidak tersumbat, biar genangan tidak makin parah.
- Pantau informasi peringatan dini gelombang pasang melalui situs BPBD DKI.
- Unduh buku panduan kesiapsiagaan yang disediakan pemerintah untuk tahu langkah-langkah detilnya.
Dan yang paling penting, dalam kondisi darurat, jangan ragu untuk menghubungi nomor 112. Lebih baik siap daripada menyesal, bukan?
Artikel Terkait
Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan di Bundaran HI untuk Acara Eid Mubarak Jakarta
Bek Persib Frans Putros Dipanggil Timnas Irak untuk Persiapan Play-off Piala Dunia
Gelombang Pemudik Motor Padati Pelabuhan Ciwandan Cilegon di H-3 Lebaran
Polisi Selidiki Penyebaran Foto Palsu AI dalam Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS