Prabowo Langsung Terjun ke Bireuen Tinjau Dampak Bencana

- Minggu, 07 Desember 2025 | 11:05 WIB
Prabowo Langsung Terjun ke Bireuen Tinjau Dampak Bencana

Presiden Prabowo Subianto telah mendarat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Minggu (7/12) pagi. Kunjungannya kali ini bertujuan untuk langsung melihat kondisi korban bencana di Bireuen.

Menurut pantauan di lokasi, pesawat kepresidenan mendarat sekitar pukul 10.20 WIB. Turun dari pesawat, Prabowo terlihat mengenakan setelan safari berwarna cokelat muda. Cuaca di bandara tampak cukup cerah.

Begitu turun, dia langsung disambut sejumlah pejabat tinggi. Antara lain Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Hadir juga Kepala BNPB Letjen Suharyanto serta beberapa menteri lainnya.

Tak berlama-lama di bandara, Presiden kemudian berjalan menuju helikopter yang sudah disiapkan. Rombongan pun segera diberangkatkan menuju Bireuen.

Dalam perjalanan menuju lokasi bencana, Prabowo didampingi oleh Mensetneg Prasetyo Hadi, Menlu Sugiono, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Ini bukan kali pertama dia datang. Sebelumnya, pada tanggal 1 Desember, Prabowo sudah lebih dulu meninjau kondisi di Kutacane, Aceh Tenggara.

Hari ini, agenda utamanya adalah melihat titik-titik kerusakan paling parah. Dia juga berencana memantau langsung distribusi bantuan untuk pengungsi, proses evakuasi, serta upaya membuka akses jalan yang terputus.

Sejak awal, Presiden sudah menegaskan bahwa penanganan bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar adalah prioritas nasional. Perintahnya jelas: kerahkan semua sumber daya yang ada untuk mempercepat pemulihan.

Data terbaru dari BNPB per hari ini sungguh memilukan. Korban tewas di tiga provinsi tersebut telah mencapai 916 orang. Angka yang hilang masih 274 orang, sementara yang terluka lebih dari 4.200 orang.

Bencana ini telah memaksa ratusan ribu orang mengungsi, tersebar di 52 kabupaten dan kota. Dan dari semua daerah itu, Aceh tercatat menanggung korban jiwa paling banyak.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar