Solidaritas Tanpa Batas: Polres Kampar Kirim Bantuan dan Personel ke Korban Bencana Agam

- Selasa, 02 Desember 2025 | 23:55 WIB
Solidaritas Tanpa Batas: Polres Kampar Kirim Bantuan dan Personel ke Korban Bencana Agam

Banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Agam, Sumatera Barat, tak hanya menyisakan duka. Di tengah kondisi sulit itu, bantuan mulai berdatangan dari berbagai penjuru, termasuk dari tetangga terdekat. Polres Kampar, dari Provinsi Riau, turun tangan mengirimkan bantuan logistik dan sembako untuk meringankan beban warga yang terdampak.

Rangkaian truk dan kendaraan bermuatan bantuan itu dilepas langsung oleh Kapolres Kampar, AKBP Boby Ramadhan Putra Sebayang. Ia tampak didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Kampar, Ny. Kiki Boby, beserta sejumlah pejabat utama lainnya. Suasana di halaman Mapolres pagi itu terasa hangat, penuh semangat gotong royong.

“Bantuan ini merupakan hasil sinergi Polres Kampar dan Bhayangkari Cabang Kampar sebagai bentuk nyata solidaritas kebangsaan,”

ujar AKBP Boby, Selasa (2/12/2025).

Bantuan yang dikirim bukan sekadar barang. Menurut sejumlah saksi, ada harapan dan rasa kepedulian yang ikut dikirimkan. Tujuannya jelas: membantu saudara-saudara yang sedang dalam kesulitan, meski terpisah oleh batas wilayah administrasi.

Namun begitu, aksi kemanusiaan ini tak berhenti di pengiriman barang. Polres Kampar juga memberangkatkan 19 personel BKO yang siap diterjunkan ke lapangan. Mereka akan memperkuat penanganan darurat di lokasi bencana. Untuk mendukung mobilitas, tim ini dilengkapi armada yang memadai, termasuk satu unit truk Dalmas dan empat unit double cabin dari Satuan Samapta dan Lantas.

Sebelum berangkat, Kapolres memberikan pengarahan singkat dan dukungan moral. Doa bersama pun dipanjatkan, mengiringi pelepasan tim yang penuh khidmat.

Di sisi lain, langkah ini ternyata sejalan dengan arahan Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan. Beliau menegaskan bahwa semangat kemanusiaan harus mengatasi sekat-sekat birokrasi.

“Riau dan Sumbar adalah tetangga. Ketika saudara kita terkena musibah, kita bergerak. Kemanusiaan ini tidak mengenal yurisdiksi,”

tegas Herry.

Nada tegasnya menyiratkan sebuah prinsip: bencana alam adalah urusan bersama. Solidaritas, dalam situasi seperti ini, adalah bahasa universal yang lebih kuat dari sekadar aturan wilayah. Gerakan dari Polres Kampar ini menjadi bukti nyata bahwa bantuan bisa datang dari mana saja, kapan saja, ketika niat untuk menolong begitu kuat.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar