Ribuan Personel Siaga di Silang Monas, Reuni 212 Dijamin Aman Tanpa Senjata Api

- Selasa, 02 Desember 2025 | 10:40 WIB
Ribuan Personel Siaga di Silang Monas, Reuni 212 Dijamin Aman Tanpa Senjata Api

Ribuan personel gabungan disiagakan hari ini di sekitar Silang Monas. Mereka bertugas mengawal Reuni 212 yang digelar di jantung Ibu Kota. Polda Metro Jaya, lewat pernyataan resminya, menjamin acara bakal berjalan tertib dan aman.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menegaskan komitmen itu. "Kami hadir untuk memastikan kegiatan lancar," ujarnya kepada awak media, Selasa (2/12/2025).

"Pelayanan pengamanan akan kami berikan, supaya Reuni Akbar 212 ini aman dan tertib," lanjut Budi.

Namun begitu, dia juga mengimbau semua pihak untuk menjaga ketertiban. Peserta, warga sekitar, hingga pengendara yang melintas diminta saling menghormati. "Bagi yang mau lewat, rencanakan rute alternatif. Patuhi arahan petugas di lapangan, demi keselamatan bersama," imbuhnya.

Di sisi lain, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, menyoroti pendekatan yang akan digunakan. Menurutnya, pelayanan akan mengedepankan cara-cara humanis dan profesional. Uniknya, seluruh personel yang bertugas nanti tidak akan membawa senjata api.

"Kami akan bekerja secara terpadu. Pendekatannya preemtif-preventif, untuk menjaga stabilitas keamanan yang kondusif," tegas Susatyo.

Acara yang digelar usai salat magrib ini memang sudah diumumkan jauh hari. Ketua Panitia, Habib Muhammad Alattas, sebelumnya menyebut Habib Rizieq Shihab akan hadir.

"Reuni Akbar 212 tahun 2025 ini diadakan Selasa, 2 Desember. Lokasinya di silang Monas, dengan pintu masuk dari arah Gambir atau pintu tenggara," jelas Alattas dalam konferensi pers di Jatinegara, Minggu (23/11) lalu.

Panitia, kata dia, juga telah menyiapkan sejumlah titik parkir untuk mengakomodir kendaraan peserta. Kini, tinggal menunggu pelaksanaannya di lapangan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar