Angka korban jiwa akibat banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Barat, hingga Sumatera Utara terus mengalami peningkatan yang memilukan. Tak hanya yang meninggal, ratusan orang lainnya masih dinyatakan hilang dan terus dicari oleh tim gabungan.
Di Sumatera Utara saja, situasinya benar-benar menghancurkan. Berdasarkan data terbaru dari BNPB hingga Minggu malam, korban tewas di sana telah mencapai 217 orang. Banyak dari korban ini ditemukan dalam proses evakuasi di kawasan Tapanuli Selatan, menggambarkan betapa dahsyatnya dampak bencana ini.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, memberikan penjelasan yang gamblang dalam jumpa pers.
"Korban jiwa untuk Sumut 217 jiwa yang meninggal dunia, kemudian 209 yang masih hilang,"
Begitu pernyataannya yang disiarkan langsung.
Sementara itu, di seberang pulau, Aceh juga tengah berduka. Total korban meninggal di sana dilaporkan sebanyak 96 orang, dengan 75 lainnya masih dinyatakan hilang. Yang menarik, meski korban jiwa tersebar di 11 Kabupaten/Kota, wilayah yang benar-benar terdampak bencana ternyata lebih luas lagi.
"Aceh korban jiwa jadi 96 dan 75 hilang. Untuk Aceh yang terdampak yang ada korban jiwa, ada 11 Kabupaten/Kota. Tapi kalau Kabupaten/Kota terdampak ada 18,"
tambah Suharyanto merinci.
Lalu bagaimana dengan Sumatera Barat? Nasib serupa juga dialami di sana. Korban tewas tercatat 129 jiwa, sementara 118 orang belum ditemukan. Namun begitu, ada sedikit kabar yang bisa dianggap sebagai secercah harapan. Suharyanto menyebutkan bahwa kondisi di Sumatera Barat sudah mulai menunjukkan perbaikan, bahkan lebih baik jika dibandingkan dengan kondisi di Aceh dan Sumut.
"Korban jiwa 129, hilang 118, 16 luka-luka,"
tutupnya. Angka-angka yang, meski dingin, mewakili duka yang mendalam bagi banyak keluarga.
Artikel Terkait
PDIP Nilai Keanggotaan Indonesia di Dewan Perdamaian Trump Tak Lagi Relevan
Sebastian Frey Berjanji Kembali ke Indonesia untuk Berlibur Usai Tampil di Clash of Legends
Warga Desa Jubung Jember Andalkan Perahu Karet Usai Jembatan Putus Diterjang Banjir
Lula Kritik Gaya Komunikasi Trump yang Sebarkan Ancaman Lewat Media Sosial