Di sisi lain, Agus juga menekankan soal detail laporan. Setiap kejadian kecelakaan, katanya, harus dilengkapi dengan analisis mendalam. Mulai dari waktu kejadian, kondisi lingkungan saat itu, hingga faktor human error dari pengemudi. Pendekatan semacam ini diharapkan bisa menghasilkan strategi pencegahan yang lebih jitu dan terarah.
Data yang terhimpun sampai hari keempat operasi cukup mencengangkan. Tercatat 671 kasus laka lantas. Angka yang besar. Dari jumlah itu, 69 orang meninggal dunia. Sementara korban luka berat mencapai 119 orang, dan luka ringan 860 kasus. Kerugian materialnya tidak main-main, menembus angka Rp 1,346 miliar lebih.
"Angka ini memperlihatkan perlunya fokus lebih besar pada wilayah yang mencatat peningkatan kejadian," ujarnya, menyoroti betapa gentingnya situasi di beberapa titik.
Terakhir, dia tak lupa mengajak masyarakat untuk turut serta. Menjaga keselamatan di jalan, menurutnya, bukan hanya tugas polisi. Itu adalah hasil kerja sama. Dengan mematuhi aturan dan saling menghormati sesama pengguna jalan, semua bisa selamat sampai tujuan.
Artikel Terkait
Vonis Kasus Korupsi Minyak Rp 285 Triliun Dijadwalkan Kamis Depan
Program Makan Bergizi di Serang Berlanjut, Siswa Terima Paket Bahan Makanan untuk Buka Puasa
Dua Belas Tokoh Elite Daftar sebagai Amicus Curiae Dukung Enam Terdakwa Korupsi Minyak
Menteri Luar Negeri Lebanon Khawatir Infrastruktur Vital Jadi Sasaran Jika Ketegangan Israel-Iran Meledak