Rapat paripurna digelar oleh DPRD Pandeglang, Banten. Agenda utamanya? Penggantian Antarwaktu (PAW) untuk anggota dewan Rifqi Rafsanjani. Kursinya kini akan diisi oleh Junaedi.
Latar belakang keputusan ini ternyata cukup kelam. Menurut Ketua DPD PKS Dodi Setiawan, Rifqi terlibat dalam kasus penganiayaan terhadap seorang perempuan. Tak cuma itu, dia juga diduga memakai identitas pacarnya untuk mengajukan pinjaman online. "Ini berawal dari persoalan saudara RR," ujar Dodi di Sekretariat DPRD, Kamis (20/11/2025).
Di sisi lain, partai pun tak tinggal diam. Majelis Penegak Disiplin Partai (MPDP) langsung turun tangan. Mereka memanggil Rifqi, menggelar sidang, dan akhirnya memutuskan dia bersalah. "Dengan saksi-saksi dan bukti yang kuat," tegas Dodi.
Konsekuensinya berat. Rifqi tak hanya dicopot dari kursi DPRD, tapi juga dipecat dari keanggotaan partai. Ini bentuk ketegasan PKS terhadap kadernya yang dinilai indispliner. Laporan internal pun berjenjang, dari DPW hingga ke DPP, yang akhirnya mengeluarkan surat pemecatan resmi.
Sebelumnya, publik sempat dihebohkan dengan pengakuan seorang wanita berinisial MP. Lewat unggahan media sosial, ia mengaku sebagai korban kekerasan yang dilakukan anggota dewan dari Fraksi PKS. Foto percakapan WhatsApp dan luka-luka di tubuhnya ia bagikan sebagai bukti. Kisah itulah yang kemudian berujung pada tindakan tegas partai.
Artikel Terkait
Demokrat Buka Suara Soal Pilkada Lewat DPRD: Demokrasi Harus Tetap Hidup
Trump Klaim Venezuela Bisa Pulih dalam Hitungan Bulan, Asal Maduro Ditangkap
KBRI Siapkan Rencana Darurat Evakuasi 37 WNI di Venezuela yang Bergolak
Buruh dan Mahasiswa Serukan Solidaritas untuk Venezuela di Depan Kedubes AS