"Peninjauan ini menunjukkan komitmen kedua negara dalam menyediakan layanan kardiologi terbaik bagi masyarakat," kata sumber dari delegasi Indonesia.
Investasi dan Spesifikasi Teknis
Rumah Sakit Kardiologi Emirates-Indonesia dibangun melalui dana hibah dari pemerintah UEA senilai Rp 417,3 miliar (setara USD 25 juta). Skema pengelolaannya melibatkan pembiayaan konstruksi sepenuhnya oleh UEA, sementara operasional sehari-hari akan dikelola oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Fasilitas Unggulan
RS Kardiologi ini dilengkapi dengan teknologi medis mutakhir, termasuk:
- Hybrid cathlab berteknologi terkini
- CT Scan dan MRI dengan spesifikasi tinggi
- Kapasitas 130 tempat tidur pada fase awal
Layanan Komprehensif
Fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia mencakup:
- Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan 9 tempat tidur
- Layanan rawat jalan dan rawat inap
- Unit Perawatan Intensif (ICU) khusus kardiologi
- Laboratorium kateterisasi jantung (cathlab)
- Pusat penelitian dan bedah jantung
- Kamar perawatan kelas VIP dan president suite
Keberadaan rumah sakit ini diharapkan dapat menjadi pusat rujukan kardiologi bertaraf internasional di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya, sekaligus menjadi simbol keberhasilan kerja sama bilateral Indonesia-UEA di bidang kesehatan.
Artikel Terkait
Gus Imron Tuding Islah di Tubuh PBNU Hanya Wacana Belaka
Wamen Dalam Negeri Sambangi Sekolah Rakyat, Serukan Semangat Belajar untuk Masa Depan Bangsa
Polisi dan Warga Megamendung Gelar Doa Bersama untuk Jaga Keamanan
Sekolah Rakyat Prabowo Tembus 104 Titik, Targetkan 200 Gedung pada 2027