Jerman Cabut Larangan Parsial Ekspor Senjata ke Israel: Analisis Kebijakan
Pemerintah Jerman secara resmi mengumumkan pencabutan kebijakan penangguhan parsial untuk pengiriman senjata ke Israel yang akan digunakan di kawasan Gaza. Pengumuman ini disampaikan pada hari Senin, menandai perkembangan signifikan dalam hubungan bilateral kedua negara.
Juru bicara pemerintah Jerman, Stefan Kornelius, menyatakan bahwa keputusan ini diambil seiring dengan kondisi gencatan senjata di Gaza yang dinilai telah menunjukkan stabilitas dalam beberapa pekan terakhir. Kornelius menegaskan bahwa pemerintah Jerman akan terus melakukan peninjauan terhadap setiap ekspor senjata secara kasus per kasus dan akan menyesuaikan respons berdasarkan perkembangan situasi di lapangan.
Kebijakan penangguhan parsial ini sebelumnya diumumkan oleh Kanselir Friedrich Merz pada bulan Agustus. Keputusan awal itu dilatarbelakangi oleh keprihatinan internasional atas tingginya jumlah korban jiwa warga sipil yang menjadi dampak dari serangan-serangan Israel di Gaza.
Meskipun gencatan senjata antara Israel dan Hamas telah diberlakukan, situasi di lapangan masih dinamis dengan beberapa pelanggaran yang dilaporkan. Ratusan warga Palestina dilaporkan menjadi korban tewas akibat serangan Israel yang terjadi pasca tanggal 10 Oktober.
Kebijakan penangguhan ekspor senjata ke Israel sebelumnya menuai kritik dari berbagai pihak karena dinilai tidak komprehensif dan masih membuka celah untuk pengiriman senjata tertentu. Pencabutan penangguhan ini dijadwalkan akan mulai berlaku efektif pada tanggal 24 November.
Artikel Terkait
DM Instagram Jadi Bukti Baru Sidang Suap Kasus Minyak Goreng
Tragedi Warakas: Polisi Buru Penyebab Kematian Satu Keluarga
Prabowo Panggil Dasco dan Menteri Inti, Bahas Pemulihan Bencana hingga Instruksi Khusus
Gempa 6,5 Magnitudo Guncang Guerrero, Getaran Terasa hingga Mexico City