Reka Ulang Ungkap Kronologi Penculikan dan Pembunuhan M Ilham Pradipta
Proses reka ulang kasus penculikan dan pembunuhan M Ilham Pradipta berhasil mengungkap berbagai fakta baru yang memperjelas kronologi kejadian. Rekonstruksi ini menunjukkan dengan detail bagaimana aksi kejahatan tersebut direncanakan dan dieksekusi oleh para pelaku.
M Ilham Pradipta, seorang kepala cabang bank, menjadi korban penculikan dan pembunuhan pada Rabu, 20 Agustus 2025. Motif pelaku adalah untuk mendapatkan otorisasi dari korban guna mencuri dana dari rekening dormant, yang berujung pada penganiayaan hingga tewas.
Kejadian bermula ketika Ilham diculik di area parkir sebuah swalayan di Pasar Rebo, Jakarta Timur. Jenazahnya kemudian ditemukan keesokan harinya, pada Kamis (21/8), di daerah semak-semak Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Saat ditemukan, kondisi korban dalam keadaan wajah, kaki, dan tangan terikat dengan lakban berwarna hitam.
Hingga saat ini, pihak kepolisian telah mengamankan 15 tersangka sipil dalam kasus ini. Dua orang yang diduga sebagai otak kejahatan, yaitu Dwi Hartono dan C atau yang dikenal dengan nama Ken, termasuk di antaranya. Tidak hanya dari kalangan sipil, dua prajurit Kopassus berinisial Kopda FH dan Serka N juga turut terlibat dan telah diamankan oleh Pomdam Jaya. Proses penyelidikan masih berlanjut dengan pemburuan terhadap satu pelaku lain yang berinisial EG.
Rekonstruksi kasus ini dilaksanakan oleh Polda Metro Jaya pada Senin (17/11). Acara tersebut dihadiri oleh para tersangka yang didampingi kuasa hukum mereka, serta disaksikan oleh jaksa. Proses ini menjadi langkah penting untuk memastikan keakuratan fakta dan alur kejadian.
57 Adegan Diperagakan dalam Reka Ulang
Dalam reka ulang kasus penculikan dan pembunuhan M Ilham Pradipta, para tersangka memperagakan sebanyak 57 adegan. Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, mengonfirmasi bahwa rekonstruksi ini dilakukan oleh Subdit Jatanras Dit Reskrimum.
Adegan pertama yang diperagakan adalah pertemuan sejumlah tersangka yang membahas rencana penculikan. Pertemuan perencanaan ini dilakukan di sebuah kafe yang terletak di kawasan Cibubur, menandai awal dari rangkaian kejadian yang berujung tragis.
Artikel Terkait
Festival Imlek Nasional 2026 Resmi Dibuka, Tawarkan Harmoni Budaya di Jakarta
Serangan KKB di Nabire Tewaskan Prajurit TNI dan Petugas Keamanan Sipil
Sekjen Golkar Soroti Bahaya Eksklusivitas LPDP: Jangan Hanya Dinikmati Orang Kaya
Muzani Nilai Usulan Parliamentary Threshold 7% Terlalu Tinggi