Polda Metro Jaya telah melaksanakan rekonstruksi kasus penculikan dan pembunuhan terhadap seorang kepala cabang bank di Jakarta, Ilham Pradipta (37). Proses reka ulang ini dilakukan di area depan kantor Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, membenarkan kegiatan tersebut pada Senin (17/11/2025). Ia menyatakan bahwa rekonstruksi perkara pembunuhan kepala cabang bank ini ditangani oleh Subdit Jatanras Dit Reskrimum.
Dalam pantauan di lokasi, teridentifikasi sebanyak 17 orang tersangka yang turut dihadirkan selama proses rekonstruksi berlangsung. Seluruh rangkaian kegiatan dipandu langsung oleh penyidik kepolisian yang menangani kasus ini.
Proses rekonstruksi turut dihadiri oleh perwakilan kejaksaan, unsur TNI, serta sejumlah instansi terkait lainnya. Hingga berita ini dilaporkan, rekonstruksi masih berlangsung dan mencapai adegan ke-19 yang memperlihatkan para tersangka sedang dalam situasi berkumpul.
Kronologi Penculikan yang Berakhir Tragis
Berdasarkan informasi yang berkembang, Ilham Pradipta menjadi korban penculikan usai menghadiri sebuah pertemuan di sebuah pusat perbelanjaan di wilayah Pasar Rebo, Jakarta Timur. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 20 Agustus 2025. Nasib naas menimpa Ilham ketika jasadnya kemudian ditemukan di antara semak-semak daerah Serang Baru, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (21/8). Saat ditemukan, kondisi korban mengenaskan dengan bagian wajah, kaki, serta tangan terikat erat menggunakan lakban berwarna hitam.
Motif di balik penculikan ini berawal dari niat jahat tersangka berinisial Ken alias C yang berencana mencuri dana dari rekening dormant atau rekening tidak aktif. Namun, untuk mewujudkan aksinya, Ken memerlukan persetujuan atau otorisasi dari seorang kepala cabang bank. Otorisasi ini diperlukan untuk memindahkan dana dari rekening dormant ke rekening penampungan yang telah disiapkan sebelumnya.
Menurut pengakuan kepolisian, Ken memperoleh informasi mengenai rekening dormant tersebut dari seorang individu berinisial S. Namun, hingga saat ini, Ken masih memberikan keterangan yang berbelit-belit mengenai identitas sebenarnya dari S.
Kombes Wira Satya Triputra selaku Dirkrimum Polda Metro Jaya menyampaikan bahwa pihaknya masih mendalami dan melakukan pengejaran terhadap S, mengingat identitasnya belum dapat dipastikan. Penyidik juga belum dapat memastikan nilai pasti dana yang berada dalam rekening dormant yang menjadi target pencurian. Investigasi masih terus dilakukan untuk mengungkap detail lebih lanjut.
Rencana kriminal ini semakin matang ketika Ken mengadakan pertemuan dengan seorang pengusaha yang juga berprofesi sebagai motivator, Dwi Hartono, serta tersangka lain berinisial AAM. Dalam pertemuan tersebut, terkuak dua opsi tindakan yang dibahas. Opsi pertama adalah melakukan pemaksaan disertai ancaman kekerasan terhadap kepala cabang bank, dengan rencana korban akan dilepaskan setelahnya. Sementara opsi kedua jauh lebih kejam, yaitu melakukan pemaksaan dan kekerasan yang berujung pada pembunuhan korban.
Pada akhirnya, kelompok ini memilih untuk menjalankan opsi pertama, yaitu menculik korban. Mereka merekrut sejumlah orang untuk terlibat, mulai dari tim pengintai hingga pelaksana penculikan. Nama Ilham Pradipta sendiri disebut dipilih secara acak dari kartu nama yang mereka peroleh.
Hingga laporan ini dibuat, Polda Metro Jaya telah menetapkan 15 orang sebagai tersangka dan telah memproses mereka secara hukum. Tidak berhenti di situ, polisi juga masih memburu satu pelaku lain yang diketahui berinisial EG. Selain itu, terungkap keterlibatan dua orang prajurit Kopassus berinisial Kopda FH dan Serka N. Keduanya diduga terlibat dalam kasus ini dan telah menjalani proses hukum oleh Pomdam Jaya.
Seluruh tersangka yang telah ditangkap saat ini telah ditahan dan menghadapi tuntutan berdasarkan Pasal 328 KUHP tentang Penculikan dan/atau Pasal 333 KUHP tentang tindakan merampas kemerdekaan seseorang.
Artikel Terkait
Video Viral Penampilan Mirip Taylor Swift di Pernikahan India Ternyata Doppelgänger
Arsenal Hancurkan Tottenham 4-1 untuk Kokohkan Puncak Klasemen
Jadwal Imsak dan Subuh Surabaya Hari Ini, 23 Februari 2026
ASEAN Foundation dan Polda Jateng Kolaborasi Gelar Pelatihan AI untuk Ribuan Warga