Remaja Baduy Dalam Korban Begal di Jakarta Pulang dengan Jalan Kaki 4 Hari, Ini Kabar Terbarunya

- Minggu, 16 November 2025 | 21:55 WIB
Remaja Baduy Dalam Korban Begal di Jakarta Pulang dengan Jalan Kaki 4 Hari, Ini Kabar Terbarunya

Repan (16), seorang remaja asli Suku Baduy Dalam, telah dinyatakan pulih sepenuhnya setelah mengalami insiden pembegalan. Pemuda berusia 16 tahun ini telah kembali ke kampung halamannya di wilayah adat Baduy, Kabupaten Lebak, Banten, setelah menjalani masa pemulihan.

Kepala Desa Kanekes yang juga menjabat sebagai Jaro Pemerintah, Oom, mengonfirmasi kepulangan Repan pada Minggu (16/11/2025). Menurut pernyataan resmi dari perwakilan desa, Repan tiba di pemukiman masyarakat adat Baduy dalam kondisi kesehatan yang sudah stabil.

Perjalanan pulang Repan dari Jakarta menuju Baduy dilakukan dengan berjalan kaki selama empat hari. Tradisi berjalan kaki jarak jauh merupakan bagian dari kearifan lokal dan budaya masyarakat Baduy yang tetap dipertahankan turun-temurun.

Kedatangan Repan disambut hangat oleh tokoh adat dan warga setempat. Meskipun kondisi fisiknya sudah membaik, kasus pembegalan yang menimpanya masih dalam proses penyelidikan oleh aparat kepolisian.

Kejadian pembegalan terhadap Repan sebelumnya terjadi di kawasan Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Dalam insiden tersebut, korban mengalami kerugian materiil berupa uang tunai sebesar Rp 3 juta serta 10 botol madu yang merupakan barang dagangannya.

Berdasarkan kronologi kejadian, peristiwa tersebut terjadi saat Repan sedang berjualan madu dan aksesori khas Baduy. Empat orang pelaku yang mengendarai sepeda motor dan membawa senjata tajam melakukan aksi pembegalan secara tiba-tiba.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, menyatakan bahwa tim kepolisian terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Dalam pernyataan resminya, pihak kepolisian menjamin akan melakukan upaya maksimal untuk mengungkap kasus ini hingga tuntas.

Masyarakat adat Baduy dikenal dengan kehidupan yang sederhana dan menjaga tradisi leluhur. Insiden ini menjadi perhatian berbagai pihak mengingat karakteristik warga Baduy yang biasanya menjalani hidup dengan damai dan menjauhi kekerasan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar