Kondisi pengungsi di Gaza semakin memprihatinkan setelah banjir melanda kamp-kamp pengungsian. Cuaca ekstrem dengan hujan deras dan suhu dingin memperburuk situasi, sementara blokade Israel terus menghambat pengiriman bantuan kemanusiaan seperti tenda dan pasokan kebutuhan dasar.
Berdasarkan laporan terbaru, warga Palestina di Gaza terpaksa menggali parit di sekeliling tenda mereka untuk mencegah air banjir masuk. Banyak pengungsi lainnya memilih berlindung di reruntuhan bangunan yang rusak meski menyadari risiko runtuh yang mengancam.
Seorang ibu pengungsi dengan dua anak mengungkapkan keputusasaannya setelah tenda keluarganya terendam banjir. "Saya menangis sejak pagi," katanya, sambil menunjukkan kondisi tempat tinggalnya yang telah berubah menjadi kubangan air.
Perempuan yang tidak disebutkan namanya itu juga mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan anak-anaknya setelah beberapa anggota keluarga, termasuk suaminya, menjadi korban dalam konflik yang berlangsung sejak Oktober 2023.
"Saya memohon bantuan tenda, kasur, dan selimut yang layak. Saya ingin anak-anak saya memiliki pakaian yang pantas," tuturnya dengan suara lirih. "Saya tidak punya siapa-siapa lagi untuk dimintai tolong."
Organisasi kemanusiaan internasional telah berulang kali mendesak Israel mencabut pembatasan bantuan ke Jalur Gaza. Namun, pemerintah Israel tetap memberlakukan pembatasan ketat meskipun telah ada kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas yang berlaku sejak 10 Oktober.
Data terbaru menunjukkan sekitar 260.000 keluarga Palestina di Gaza berada dalam kondisi rentan menghadapi musim dingin. UNRWA, badan PBB untuk pengungsi Palestina, mengonfirmasi memiliki persediaan tempat tinggal yang cukup untuk membantu 1,3 juta warga, namun tidak dapat mendistribusikannya akibat pembatasan Israel.
Komisioner UNRWA Philippe Lazzarini menekankan bahwa pengiriman bantuan menjadi semakin kritis karena musim dingin tahun ini bertepatan dengan krisis pengungsian terparah di Gaza. "Para pengungsi kini menghadapi musim dingin yang keras tanpa perlindungan memadai dari hujan dan hawa dingin," ungkapnya dalam pernyataan resmi.
Artikel Terkait
Warga Amankan Terduga Pelaku Penipuan Umrah Rp 20 Juta di Senen
Trump Klaim Dewan Perdamaian Siapkan Dana Rp84,1 Triliun untuk Rekonstruksi Gaza
Ganjil Genap Ditiadakan di Jakarta Saat Libur Imlek 2026
Sistem Satu Arah Diberlakukan di Jalur Puncak Imlek, Arus Kendaraan Tetap Tinggi