Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa Konferensi Perubahan Iklim (COP) memegang peranan krusial dalam upaya global mengatasi perubahan iklim. Dalam pernyataannya, Hanif memastikan komitmen dan dukungan penuh Indonesia terhadap penyelenggaraan COP30 di Brasil.
Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap demonstrasi masyarakat adat Brasil yang sempat berlangsung ricuh. Menurut Hanif, aksi unjuk rasa yang berkaitan dengan isu iklim adalah hal yang wajar terjadi.
"Kita tentu memperhatikan kejadian tersebut, namun keberadaan konferensi COP tetaplah sangat penting," ujar Hanif Faisol Nurofiq di lokasi COP30 Belem, Brasil, pada hari Kamis, 13 November 2025.
Lebih lanjut, Hanif menjelaskan bahwa konferensi COP berfungsi sebagai platform bagi semua pihak untuk saling mengoreksi, mengingatkan, dan melengkapi dalam hal peluang serta kekurangan masing-masing negara. Ia menilai forum ini juga penting untuk membangun keyakinan kolektif bahwa masalah perubahan iklim dapat diatasi secara bersama-sama.
"COP adalah konferensi yang vital untuk menumbuhkan kepercayaan bersama, keyakinan bahwa kita mampu menangani perubahan iklim secara kolektif," tambahnya.
Hanif menegaskan kembali posisi delegasi Indonesia, "Delegasi Republik Indonesia percaya penuh dan memberikan dukungan penuh agar COP30 ini dapat menghasilkan dampak yang signifikan bagi penanganan perubahan iklim global."
Sebelumnya, dilaporkan bahwa kelompok masyarakat adat Tupinamba Brasil, bersama dengan sejumlah aktivis lingkungan dan mahasiswa, berhasil menerobos masuk ke area lokasi COP30 pada Selasa malam, 11 November. Insiden tersebut memicu bentrokan yang mengakibatkan empat petugas keamanan mengalami luka-luka dan tujuh belas orang provokator diamankan oleh pihak berwajib.
Artikel Terkait
Cak Imin Soroti Kebersamaan Imlek-Ramadan dan Tekankan Jaminan Keamanan
MUI Serukan Masjid Jadi Ujung Tombak Perangi Sampah Berdasarkan Fatwa Haram
Ular Sanca Tiga Meter Dievakuasi Damkar dari Toko Sembako di Bogor
BI Kepri Siapkan Rp2,9 Triliun untuk Penukaran Uang Jelang Ramadan 2026