10 Tokoh Diberi Gelar Pahlawan Nasional 2025, Termasuk Sarwo Edhie Wibowo
Presiden Prabowo Subianto secara resmi menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada sepuluh tokoh dalam sebuah upacara di Istana Negara, Jakarta. Penganugerahan ini menjadi bagian penting dari rangkaian Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025. Acara tersebut dihadiri oleh para ahli waris yang menerima penghargaan tinggi negara ini.
Di antara sepuluh nama yang diangkat, terdapat tokoh-tokoh besar seperti Presiden ke-2 RI, Soeharto, dan Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Salah satu nama yang menonjol adalah Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo, seorang perwira militer yang memiliki peran krusial dalam sejarah Indonesia.
Profil dan Peran Penting Sarwo Edhie Wibowo
Sarwo Edhie Wibowo, yang lahir pada 25 Juli 1925 dan wafat 9 November 1989, adalah seorang jenderal yang namanya tercatat dengan tinta emas dalam lembaran sejarah Indonesia. Beliau dikenal luas sebagai ayah dari Kristiani Herrawati, yang merupakan istri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sekaligus ibu negara. Selain itu, beliau juga adalah ayah dari Pramono Edhie Wibowo, mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD).
Karier militernya sangat gemilang. Sarwo Edhie Wibowo pernah menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan, Gubernur AKABRI, dan Ketua BP-7 Pusat. Namun, jasanya yang paling dikenang adalah ketika beliau memimpin pasukan RPKAD, cikal bakal Kopassus TNI, dalam menumpas Pemberontakan Gerakan 30 September (G30S).
Peran Kunci Sarwo Edhie Wibowo dalam Menumpas G30S
Saat peristiwa G30S meletus, Sarwo Edhie Wibowo menjabat sebagai Komandan RPKAD. Peristiwa tersebut dimulai dengan penculikan sejumlah jenderal TNI pada pagi hari 1 Oktober 1965. Pasukan tak dikenal juga menduduki titik-titik vital ibu kota, seperti Monas, Istana Kepresidenan, dan gedung Radio Republik Indonesia (RRI).
Setelah mendapatkan informasi dan perintah dari Markas Kostrad, Sarwo Edhie Wibowo memimpin pasukannya untuk merebut kembali gedung RRI dan pusat telekomunikasi. Operasi ini berhasil dilaksanakan dengan cepat dan tanpa perlawanan berarti, membuat situasi di Jakarta dapat dikendalikan.
Langkah strategis berikutnya adalah merebut Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, yang menjadi basis para pemberontak. Atas perintah pimpinan, Sarwo Edhie dan pasukan RPKAD melancarkan serangan dini hari pada 2 Oktober 1965. Operasi ini berhasil dengan gemilang, dan pangkalan udara berhasil diamankan sepenuhnya.
Daftar Lengkap 10 Pahlawan Nasional Tahun 2025
Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 116/TK Tahun 2025, berikut adalah daftar sepuluh tokoh yang dianugerahi gelar pahlawan nasional:
- Abdurahman Wahid (Gus Dur) - Jawa Timur
- Jenderal Besar TNI Soeharto - Jawa Tengah
- Marsinah - Jawa Timur
- Mochtar Kusumaatmaja - Jawa Barat
- Hajjah Rahma El Yunusiyyah - Sumatera Barat
- Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo - Jawa Tengah
- Sultan Muhammad Salahuddin - Nusa Tenggara Barat
- Syaikhona Muhammad Kholil - Jawa Timur
- Tuan Rondahaim Saragih - Sumatera Utara
- Zainal Abisin Syah - Maluku Utara
Penganugerahan gelar pahlawan nasional ini merupakan bentuk penghormatan tertinggi negara atas jasa, pengorbanan, dan perjuangan yang telah diberikan oleh para tokoh tersebut untuk kemerdekaan dan kedaulatan Bangsa Indonesia.
Artikel Terkait
BI Solo Buka Penukaran Uang Baru untuk Ramadan 2026, Wajib Pesan via Aplikasi
Calvin Verdonk Jadi Pemain Indonesia Pertama yang Tampil di Ligue 1 Prancis
Ongkos Politik Pilkada Membengkak, Ancam Kualitas Demokrasi
Menteri Keuangan Klaim Kebijakan Fiskal-Moneter Redam Demonstrasi