Program 3 Juta Rumah Dongkrak Kepuasan Publik terhadap Kinerja Presiden
Program tiga juta rumah yang dijalankan Kementerian PUPR di bawah Menteri Maruarar Sirait terbukti secara signifikan meningkatkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto. Hal ini terungkap dari hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia.
Kreativitas Hadapi Keterbatasan Anggaran
Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengungkapkan keberhasilan program ini tidak lepas dari pendekatan kreatif Maruarar Sirait dalam mengatasi tantangan pendanaan. Program 3 juta rumah rakyat diwujudkan dengan inisiatif mencari sumber pendanaan mandiri, mengingat alokasi APBN untuk kementeriannya sangat terbatas.
Dampak Luar Biasa pada Kepuasan Masyarakat
Implementasi program perumahan rakyat ini membuahkan hasil yang luar biasa. Burhanuddin menegaskan program ini menjadi salah satu faktor kunci yang mendorong peningkatan angka kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan.
Data Survei Membuktikan Korelasi Kuat
Survei nasional mengungkap korelasi yang sangat kuat antara program perumahan dan kepuasan publik. Dari responden yang mengetahui program tiga juta rumah, mayoritas sebesar 51,8% menyatakan puas atau sangat puas dengan kinerja Presiden. Rinciannya menunjukkan 46,3% cukup puas dan 5,5% sangat puas.
Yang lebih penting, data survei menunjukkan hubungan yang jelas: sebanyak 81,0% responden yang mengetahui program ini merasa puas terhadap kinerja Presiden. Bahkan, 87,1% responden yang puas dengan program tiga juta rumah juga menyatakan kepuasan terhadap kinerja kepemimpinan nasional.
Metodologi Survei
Survei evaluasi publik ini dilakukan secara tatap muka pada periode 20–27 Oktober 2025, melibatkan 1.220 responden dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasilnya konsisten menunjukkan dampak positif program perumahan terhadap penilaian kinerja pemerintahan.
Artikel Terkait
Bentrokan Sawit di Rokan Hulu Tewaskan Satu Orang, Lima Ditahan Dua Buron
Studi Buktikan AI Tingkatkan Akurasi Diagnosis Dokter di Rwanda dan Pakistan
Harga Cabai Rawit di Maros Tembus Rp55 Ribu per Kg Jelang Ramadan
SIM Keliling Polrestabes Bandung Buka di Dua Lokasi Rabu Ini