Pencapaian besar dalam pertempuran 7 Oktober, yang dikenal sebagai "Banjir Al-Aqsa", dapat dirangkum dalam satu pernyataan utama: Unit Bayangan Brigade Qassam berhasil menyesatkan seluruh jaringan intelijen musuh, termasuk badan mata-mata Israel dan Mossad.
Keberhasilan strategis lainnya adalah kemampuan Unit Bayangan dalam merahasiakan lokasi dan kondisi para tawanan selama 737 hari penuh. Ini terjadi di Gaza yang terkepung ketat, di bawah pengawasan terus-menerus dari pesawat nirawak Israel, tanpa kebocoran informasi sedikit pun.
Kisah sukses operasi intelijen ini menjadi bukti nyata efektivitas strategi yang diterapkan. Kemampuan untuk mengelabui semua pihak dan menjaga kerahasiaan operasi dalam kondisi yang sangat sulit merupakan pencapaian yang luar biasa.
Artikel Terkait
Michael Carrick Ubah Manchester United Jadi Ancaman Nyata di Liga Inggris
Gadis 6 Tahun WNI Tewas Tertabrak Mobil di Chinatown Singapura
PKL Makassar Cat Lapak Kuning, Pemkot Tegaskan Itu Tetap Pelanggaran
Megawati Terima Doktor Kehormatan di Arab Saudi, Tekankan Pemberdayaan Perempuan Kunci Kemajuan Negara