PBB Cabut Sanksi Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa, Pertemuan dengan Trump Segera Digelar

- Jumat, 07 November 2025 | 06:24 WIB
PBB Cabut Sanksi Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa, Pertemuan dengan Trump Segera Digelar

PBB Cabut Sanksi Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa Jelang Pertemuan dengan Trump

Dewan Keamanan PBB secara resmi telah mencabut sanksi terhadap Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa. Keputusan bersejarah ini terjadi tepat sebelum pertemuan rencana antara al-Sharaa dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih.

Detil Resolusi Pencabutan Sanksi Suriah

Resolusi yang diusulkan oleh Amerika Serikat dan disahkan pada Kamis lalu tidak hanya mencabut sanksi terhadap Presiden Suriah, tetapi juga mencabut sanksi terhadap Menteri Dalam Negeri Suriah Anas Khattab. Hasil voting menunjukkan dukungan kuat dari 14 negara anggota, sementara China memilih abstain.

Perubahan Kebijakan AS Terhadap Suriah

Kebijakan luar negeri Amerika Serikat terhadap Suriah mengalami perubahan signifikan sejak Mei lalu. Presiden Trump secara terbuka mengumumkan niat AS untuk mencabut berbagai sanksi terhadap negara Timur Tengah tersebut.

Reaksi dan Pernyataan Resmi

Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz menyatakan bahwa keputusan ini mengirimkan sinyal politik kuat tentang era baru di Suriah pasca-pemerintahan Bashar al-Assad. Pernyataan ini menegaskan posisi resmi pemerintah Amerika Serikat mengenai perkembangan terbaru di Suriah.

Profil Ahmed al-Sharaa dan Transformasi Politik

Ahmed al-Sharaa, yang sebelumnya dikenal sebagai Abu Mohammed Jolani, kini memegang tampuk kepemimpinan Hayat Tahrir Sham (HTS) di Suriah. Perubahan nama dan posisinya menandai transformasi penting dalam lanskap politik Suriah kontemporer.

Latar Belakang Konflik Suriah

Setelah 13 tahun perang saudara yang melanda Suriah, pemerintahan Bashar al-Assad akhirnya digulingkan pada Desember tahun lalu. Kekuasaan beralih melalui serangan kilat yang dilakukan pasukan pemberontak yang dipimpin kelompok Islamis Hayat Tahrir al-Sham (HTS).

Pencabutan sanksi PBB ini dipandang sebagai langkah penting dalam normalisasi hubungan internasional Suriah dan membuka babak baru dalam diplomasi Timur Tengah.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar