PCHR Serahkan Bukti Penyiksaan Sistematis Israel ke Komite PBB
Pusat Hak Asasi Manusia Palestina (PCHR) telah menyerahkan memorandum setebal 75 halaman kepada Komite Menentang Penyiksaan PBB. Dokumen ini berisi bukti kuat praktik penyiksaan terhadap tahanan Palestina di penjara Israel menjelang tinjauan Israel dalam sidang ke-86 pada November 2025.
Kesaksian Korban Penyiksaan Israel
Memorandum PCHR disusun berdasarkan 330 kesaksian yang dikumpulkan peneliti lapangan dan pengacara lembaga tersebut. Bukti-bukti menunjukkan praktik penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi yang meluas terhadap mantan tahanan asal Jalur Gaza sejak Oktober 2023.
Pelanggaran HAM Berat Israel
Laporan PCHR mendokumentasikan penggunaan tahanan Palestina sebagai tameng manusia dan berbagai bentuk kekerasan seksual, termasuk pemerkosaan. PCHR mendesak Komite PBB untuk secara terbuka mengutuk tindakan brutal Israel ini.
Penyiksaan Sistematis Israel
PCHR meminta Komite Menentang Penyiksaan mengakui bahwa pola pelanggaran Israel merupakan bentuk penyiksaan sistematis. Tindakan ini melanggar Pasal 1, 2, 11, 12, dan 16 Konvensi Menentang Penyiksaan PBB.
Tuntutan PCHR kepada Israel
PCHR mendesak Komite PBB menekan Israel untuk:
- Menghentikan penangkapan dan penganiayaan sewenang-wenang
- Memberikan akses tanpa batas kepada Komite Palang Merah Internasional
- Mengungkap nasib warga Palestina yang hilang secara paksa
Penyiksaan terhadap Warga Sipil Gaza
PCHR menegaskan praktik penyiksaan Israel tidak hanya dialami tahanan, tetapi juga seluruh warga sipil Gaza yang menjadi korban serangan udara, kelaparan, pengungsian paksa, dan blokade berkepanjangan.
Mekanisme Pengawasan PBB
Komite Menentang Penyiksaan PBB merupakan badan perjanjian yang terdiri dari sepuluh pakar HAM independen. Komite akan meninjau laporan pemerintah Israel dan masukan organisasi masyarakat sipil untuk menilai kepatuhan Israel.
Peningkatan Penyiksaan Sejak 2016
Tinjauan terakhir terhadap Israel dilakukan pada 2016. Sejak saat itu, praktik penyiksaan terhadap tahanan Palestina tidak hanya berlanjut, tetapi meningkat tajam, terutama sejak genosida di Jalur Gaza.
Artikel Terkait
Bunga Bangkai Raksasa Mekar Sempurna di Kebun Raya Bogor Setelah 12 Tahun
Keluarga Korban Tolak Damai, Tuntut Keadilan untuk Kucing yang Ditendang hingga Tewas di Blora
Polisi Ungkap Motif Perampokan Sadis di Boyolali: Utang Judi Online
KPK Tetapkan Wakil Ketua PN Depok Tersangka Baru Kasus Gratifikasi Rp2,5 Miliar