Menanggapi perkembangan ini, manajer kantor Jamal Al-Sharaa menyatakan bahwa mereka sedang berada di luar Damaskus, meski tanpa memberikan penjelasan detail lebih lanjut.
Pasca penutupan, Presiden Al-Sharaa mengadakan pertemuan keluarga. Dalam pertemuan yang dihadiri ayahnya tersebut, ia memberikan peringatan keras kepada seluruh anggota keluarga untuk tidak menyalahgunakan nama keluarga Al-Sharaa demi kepentingan pribadi.
Langkah ini dianggap sebagai sinyal kuat komitmen Presiden Al-Sharaa dalam menegakkan transparansi, memberantas kolusi, dan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih di Suriah.
Artikel Terkait
Jenazah Perempuan Ditemukan Mengapung di Sungai Paria Barru, Diduga Korban Tenggelam Saat Cari Kerang
Kisah Prajurit Ngatijan dan Ilmu Kebal yang Selamatkan Rekan dari Tembakan Belanda di Papua
Polri dan Kemenhaj Bentuk Satgas Khusus untuk Berantas Penipuan Haji dan Umrah
Ledakan Tabung Gas di Pabrik Gizi Ngawi Lukai Satu Pekerja