Kisah Randika Alzatria Syaputra: Tewas Kelaparan dan Surat Broken Home yang Menyentuh
MURIANETWORK.COM - Randika Alzatria Syaputra, seorang pemuda berusia 28 tahun, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan di Cilacap. Diduga kuat, penyebab kematian Randika adalah kelaparan.
Surat Terakhir Randika dengan Judul "BROKEN HOME"
Sebelum menghembuskan napas terakhir, Randika sempat menuliskan sebuah surat yang berisi data dirinya. Ia meminta agar surat tersebut diantarkan kepada keluarganya. Surat itu ditulis dengan judul "BROKEN HOME" dan memuat nama-nama anggota keluarganya.
Isi surat tersebut adalah:
“PAK/IBU TOLONG ANTARKAN KE SINI
Papa: ALM. EDY ALHAKIM
Mama: RINA SUSANTI
Saya: RANDIKA ALZATRIA SYAHPUTRA (RANDI)"
Dalam suratnya, Randika meminta untuk jenazahnya diantarkan ke alamat kakek dan neneknya di Palembang. Korban juga mencantumkan beberapa nama keluarga inti lainnya.
Latar Belakang Keluarga dan Keputusan Pemakaman
Berdasarkan informasi, almarhum memiliki ibu yang tinggal di Bogor dan telah menikah lagi. Yulita Kartika Sari, Ketua RT setempat di Palembang, menyatakan bahwa kondisi keluarga mungkin menjadi alasan Randika keluar dari rumah.
Meskipun dalam wasiatnya Randika ingin dimakamkan di Palembang, setelah berkoordinasi, keluarga memutuskan untuk memakamkannya di Bogor, dekat dengan tempat tinggal ibunya. Pertimbangan utama adalah keterbatasan biaya dan jarak.
Hasil Penyelidikan Polisi: Tidak Ada Tanda Kekerasan
Kepolisian setempat telah memastikan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh Randika. Pemeriksaan juga menyimpulkan tidak ada bekas obat-obatan terlarang pada jasad mendiang.
Fakta Viral Randika di Tahun 2023: Mengaku Mencuri agar Dipenjara
Kisah Randika sebelumnya pernah viral pada tahun 2023. Saat itu, ia mendatangi Polres Lubuklinggau untuk menyerahkan diri. Randika mengaku telah mencuri sebuah sepeda motor Honda Beat pada tahun 2019.
Alasannya menyerahkan diri adalah untuk mendapatkan ketenangan hidup. Namun, setelah pemeriksaan mendalam, polisi menemukan bahwa pengakuan Randika tidak benar. Ia kebingungan saat diminta menunjukkan lokasi pasti kejadian pencurian.
Ipda Fakhrudin dari Polsek Lubuklinggau Barat menduga Randika mengarang cerita dengan harapan dipenjara sehingga mendapatkan tempat tinggal dan makan gratis. Polisi menilai Randika menunjukkan gejala depresi. Akhirnya, pihak kepolisian menyerahkan Randika ke Dinas Sosial (Dinsos) Lubuk Linggau untuk dibantu dan dikembalikan ke daerah asalnya.
Kisah sedih Randika Alzatria Syaputra ini menjadi potret pilu tentang permasalahan sosial dan dampak dari broken home yang dialami seorang pemuda.
Artikel Terkait
Anies Baswedan: Guru yang Beri Inspirasi dan Nilai Tak Tergantikan oleh AI
Pemkot Brebes Ancam Pecat ASN yang Bolos 12 Hari Tanpa Keterangan
PTDI Klaim Pesawat N-219 Solusi Tepat untuk Konektivitas Daerah Terpencil dan Kepulauan
Polda Kepri Bongkar Impor Ilegal Ratusan Pakaian dan Sepatu Bekas Asal Singapura, Tiga Tersangka Diamankan