RS Islam Bogor Resmikan Poliklinik Syifaa dengan Konsep One Stop Services
Bogor - Rumah Sakit Islam Bogor (RSIB) secara resmi meluncurkan Poliklinik Syifaa, layanan kesehatan terpadu yang menawarkan kemudahan akses dan kenyamanan bagi pasien. Peresmian berlangsung di RSIB, Jalan Perdana Raya, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor, pada Rabu (29/10/2025).
Layanan Terpadu One Stop Services
Poliklinik Syifaa menghadirkan inovasi One Stop Services yang memungkinkan pasien menyelesaikan seluruh proses layanan kesehatan dalam satu area. Mulai dari pendaftaran, konsultasi dokter, tindakan medis, hingga pengambilan obat dapat dilakukan tanpa perlu berpindah lokasi.
Komitmen Peningkatan Mutu Layanan Kesehatan
Direktur RS Islam Bogor, dr. Saptono Raharjo, MARS, menegaskan bahwa kehadiran Poliklinik Syifaa merupakan langkah strategis dalam meningkatkan mutu pelayanan dan mengubah pengalaman pasien menjadi lebih baik. Konsep ini dirancang untuk memberikan layanan yang optimal, terarah, dan tetap mengedepankan keramahan sesuai nilai-nilai Islami.
Dukungan Wakaf untuk Pengembangan Fasilitas
Dalam acara peresmian, dilakukan penyerahan wakaf alat kesehatan dari para pewakif yang terdiri dari peralatan medis untuk layanan kebidanan, penyakit dalam, dan klinik mata. Peralatan tersebut meliputi Bed Ginekolog, EKG, Ophthalmoscope, Automatic Chart Projector, dan Infant Warmer.
Nilai Spiritual dalam Pelayanan Kesehatan
Ketua Pembina Yayasan, Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, MS, menjelaskan bahwa nama Syifaa yang berarti "penyembuh" mencerminkan salah satu fungsi Al-Qur'an sebagai obat penenang. Diharapkan pasien yang datang ke RS Islam Bogor tidak hanya pulih secara fisik, tetapi juga secara rohani.
Dengan beroperasinya Poliklinik Syifaa, RS Islam Bogor berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan kesehatan terbaik yang bermutu, ramah, penuh keberkahan, dan mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap layanannya.
Artikel Terkait
Golkar Makassar: Surat Diskresi untuk IAS Bukan Jaminan Otomatis Jadi Ketua DPD I Sulsel
Pemerintah Targetkan 5.000 Jembatan Gantung Rampung Akhir 2026 untuk Hubungkan Daerah Terpencil
Aktivitas Gempa Gunung Anak Krakatau Meningkat, Status Waspada Belum Berubah
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Kolom Abu Capai 800 Meter, Warga Diminta Waspada Lahar Hujan