Penampilan Kasual Fetterman Saat Temui Netanyahu Tuai Kontroversi, tapi Dukungannya untuk Israel Tak Tergoyahkan

- Sabtu, 01 Agustus 2026 | 06:20 WIB
Penampilan Kasual Fetterman Saat Temui Netanyahu Tuai Kontroversi, tapi Dukungannya untuk Israel Tak Tergoyahkan

Senator Amerika Serikat John Fetterman menjadi sorotan publik setelah bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Blair House, Washington DC, pada 30 Juli 2026. Penampilannya yang kasual celana pendek, hoodie, dan sesekali menatap ponsel langsung memicu perdebatan soal protokol diplomatik. Namun di balik itu, pertemuan tersebut justru menegaskan sikap politik Fetterman yang berseberangan dengan banyak rekannya di Partai Demokrat.

Video pertemuan yang beredar memperlihatkan Fetterman duduk santai di hadapan Netanyahu, tak jarang menggulir layar ponselnya di tengah pembicaraan. Banyak netizen menilai tindakan itu sebagai bentuk ketidakpedulian atau pelanggaran etika dalam hubungan antarnegara. Sebagian media pun menyoroti pakaiannya yang dinilai tidak lazim untuk acara resmi kenegaraan.

Meski demikian, substansi pembicaraan justru memperlihatkan komitmen kuat Fetterman terhadap Israel. Dalam pernyataannya, ia menyebut berdiri bersama Israel sebagai "kehormatan terbesar" selama menjabat di Senat, dan melabeli Israel sebagai sebuah "keajaiban". Ia juga blak-blakan mengkritik rekan-rekan separtainya yang belakangan dinilai mulai meninggalkan atau mengkritik kebijakan pertahanan Israel.

Fetterman bahkan mengecam keras Wali Kota New York, Zohran Mamdani, yang sebelumnya mengancam akan menangkap Netanyahu berdasarkan surat perintah ICC jika sang PM berkunjung ke kota tersebut. Fetterman menyebut klaim Mamdani sebagai sesuatu yang "tidak berharga". Sementara itu, Netanyahu memilih mengabaikan soal pakaian kasual Fetterman dan justru memujinya sebagai "patriot luar biasa" yang memiliki moral dan keberanian tinggi untuk menyuarakan kebenaran.

Kontroversi ini kembali menyorot posisi Fetterman yang kerap berbeda dari mayoritas kaukus Demokrat, terutama dalam isu luar negeri. Sebelumnya, ia juga dikenal vokal mendukung kebijakan Israel di tengah tekanan internasional. Pertemuan dengan Netanyahu ini pun menjadi simbol bahwa dukungannya terhadap Israel tidak tergoyahkan, apa pun penilaian orang terhadap gayanya yang santai.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags