Presiden Prabowo Subianto menyampaikan permintaan maaf karena tidak bisa hadir langsung dalam seremoni peletakan batu pertama Proyek Strategis Nasional (PSN) Gas Alam Cair (LNG) Abadi Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7). Ia mengikuti acara melalui sambungan video dari Istana Merdeka, Jakarta, didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
"Saya minta maaf, tadinya saya ingin hadir langsung tapi karena ada berbagai acara yang tidak bisa ditinggalkan di pusat terpaksa saya hadir melalui video conference ini tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada saudara-saudara sekalian," ujar Prabowo dalam sambutannya.
Presiden berjanji akan menebus ketidakhadirannya dengan berkunjung ke Maluku dalam waktu dekat. "Tentunya ini merupakan utang saya kepada masyarakat Maluku dan kabupaten-kabupaten tersebut. Insyaallah saya akan melunasi utang tersebut dalam waktu yang tidak lama lagi," katanya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menekankan bahwa pembangunan bangsa membutuhkan kerja keras dan persatuan semua elemen. Ia menyebut Proyek Abadi Masela sebagai proyek yang sangat penting dan telah dinanti selama hampir tiga dekade. "Proyek ini hampir 3 dekade, tiga dasawarsa, kita tunggu 3 dekade, 3 dasawarsa, rakyat menunggu. Alhamdulillah hari ini kita mulai pembangunan dan pembangunan tidak boleh terhambat harus selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya," paparnya.
Artikel Terkait
Prabowo Bantah Stigma Bangsa Malas: Rakyat Indonesia Bekerja Keras dari Pagi hingga Malam
Operasional Koperasi Desa Merah Putih Dimulai Bertahap Agustus 2026
Prabowo Bantah Anggapan Indonesia Bangsa Malas: Rakyat Kita Kerja Keras
Prabowo: Anggapan Indonesia Bangsa Malas dan Gemar Tidur Tidak Benar