Kecelakaan Maut di Jalintim Tulang Bawang, Tiga Tewas dan Enam Luka

- Jumat, 10 Juli 2026 | 09:00 WIB
Kecelakaan Maut di Jalintim Tulang Bawang, Tiga Tewas dan Enam Luka

Kecelakaan maut melibatkan dua truk dan sepeda motor terjadi di Jalan Lintas Timur Sumatera (Jalintim), Desa Penawar Rejo, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, Kamis (9/7/2026) malam. Tiga orang tewas dan enam lainnya luka-luka dalam insiden tersebut.

Berdasarkan rekaman video warga, benturan keras membuat truk bermuatan singkong terguling di tengah jalan. Muatan singkong berserakan hingga menutupi badan jalan, sementara truk bermuatan pasir terperosok ke dalam parit dan terbalik. Sejumlah korban yang mayoritas merupakan penumpang truk singkong terlihat tergeletak di lokasi kejadian.

Polisi bersama warga segera mengevakuasi para korban ke Rumah Sakit Mutiara Bunda untuk mendapatkan penanganan medis. Kecelakaan tersebut juga menyebabkan arus lalu lintas di Jalintim dari arah Palembang menuju Menggala maupun sebaliknya macet panjang. Proses evakuasi kendaraan dan pembersihan material muatan dilakukan agar jalur kembali dapat dilalui kendaraan.

Menurut keterangan warga, sebelum kecelakaan terjadi truk bermuatan singkong melaju dari arah Palembang menuju Menggala. Sementara itu, truk bermuatan pasir datang dari arah berlawanan. Hingga kini, penyebab pasti tabrakan tersebut masih belum diketahui.

"Korban yang meninggal ada tiga orang," ujar Sukirno, warga di sekitar lokasi. Akibat insiden itu, tiga penumpang truk singkong tewas di lokasi kejadian. Selain itu, satu korban kritis, sedangkan lima korban lainnya menderita luka ringan dan masih menjalani perawatan di rumah sakit.

"Total ada sembilan korban terdiri dari enam pengendara mobil dan tiga pengendara motor," kata Reza Pahlevi, Dokter IGD RS Mutiara Bunda. Polisi masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab kecelakaan. Sementara itu, kendaraan yang terlibat dievakuasi menggunakan alat berat karena mengalami kerusakan parah dan menghambat arus lalu lintas.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags