Polres Jeneponto Usut Dugaan Korupsi Proyek Jalan Rp11,4 Miliar yang Rusak Dini

- Minggu, 05 Juli 2026 | 17:00 WIB
Polres Jeneponto Usut Dugaan Korupsi Proyek Jalan Rp11,4 Miliar yang Rusak Dini

Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim Polres Jeneponto mulai mendalami dugaan penyimpangan pada proyek peningkatan Jalan Ruas Ruku-ruku-Tanetea di Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto. Proyek yang menelan anggaran Rp11,4 miliar itu menuai sorotan setelah kondisinya dinilai memprihatinkan meski baru beberapa bulan selesai dikerjakan.

Warga menilai kerusakan yang muncul dalam waktu singkat mengindikasikan kemungkinan penyimpangan prosedur, penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi teknis, hingga dugaan pemotongan anggaran yang merugikan keuangan daerah. Desakan publik pun menguat agar aparat penegak hukum turun tangan dan penyelidikan tidak berhenti pada kontraktor pelaksana, tetapi juga menelusuri pihak terkait di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Jeneponto sebagai pengguna anggaran dan pengawas teknis lapangan.

Kepala Unit Tipidkor Satreskrim Polres Jeneponto Ipda Nurhadi mengatakan pihaknya telah merespons informasi yang beredar sejak awal isu mencuat. Menurut dia, polisi sudah lebih dulu melakukan pengecekan silang data dan konfirmasi ke dinas terkait.

“Kami sejak awal sudah melakukan pengecekan silang data dan konfirmasi langsung ke pihak dinas terkait. Saat ini tim sedang giat mengumpulkan berkas dan data teknis mengenai pelaksanaan pekerjaan tersebut,” ungkap Ipda Nurhadi, Minggu (5/7/2026).

Ia menyebut pengumpulan data itu dilakukan untuk mendalami dugaan ketidaksesuaian spesifikasi teknis yang diduga menjadi penyebab kerusakan dini pada ruas jalan tersebut.

Nurhadi menambahkan, selain sorotan publik dan pemberitaan media daring, pihaknya juga telah menerima aduan resmi dari sebuah lembaga terkait buruknya kualitas hasil pembangunan jalan tersebut. Polres Jeneponto kini menunggu kelengkapan data dari Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Jeneponto sebelum turun memverifikasi kondisi fisik proyek di lapangan.

“Sudah ada lembaga yang mengadukan hal ini. Kami sedang menunggu kelengkapan data dari Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Jeneponto. Setelah data lengkap diterima, dalam waktu dekat tim akan segera turun ke lapangan untuk memverifikasi dan mengecek langsung kondisi fisik jalan tersebut,” tegasnya.

Desakan publik agar perkara ini diusut tuntas juga terus menguat, termasuk tuntutan agar penyelidikan menelusuri aliran dana dan pertanggungjawaban seluruh pihak yang terlibat dalam proyek bernilai miliaran rupiah tersebut.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags