Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor meluncurkan program MEDISA (Melayani di Hari Sabtu) untuk memudahkan masyarakat, terutama para pekerja, yang kesulitan mengurus paspor pada hari kerja. Layanan ini diadakan setiap Sabtu dengan kuota 50 pemohon per minggu.
Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kanim Bogor, Stephanie Arimitry Hutapea, mengatakan inovasi ini lahir dari pengamatan terhadap warga yang kerap terkendala kesibukan kerja dari Senin hingga Jumat. "Tentunya kita berinovasi untuk memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Kita melihat kan mungkin dari Senin sampai Jumat masih banyak orang-orang yang kesulitan karena sibuk kerja. Karena itulah adanya MEDISA, kita merutinkan pelayanan ini setiap hari Sabtu," ujarnya.
Stephanie menegaskan terobosan ini merupakan wujud nyata komitmen "Imigrasi Untuk Rakyat". "Tujuan pelayanan dilakukan di weekend ini adalah untuk memajukan semangat imigrasi, semangatnya 'Imigrasi Untuk Rakyat'. Kita berusaha melaksanakan imigrasi untuk rakyat ini lewat pelayanan di luar jam kerja," tambahnya.
Wulan (22), seorang pemohon paspor, mengaku sangat terbantu. "Senin sampai Jumat aku kerja, jadi untuk hari Sabtu ini bisa di weekend. Terus ada layanan publik yang buka di hari Sabtu, itu sangat-sangat membantu," katanya.
Efisiensi layanan juga diakui Umi Lestari (54). Ia merasakan proses dari pemberkasan hingga foto selesai dalam waktu kurang dari lima menit. "Bermanfaat banget, lebih cepat, nggak keburu-buru, nggak banyak orang, lebih enak. Nggak nyampai 5 menit. Kalau dari kita duduk di loket tadi, sampai foto, sampai selesai 5 menitan," ungkapnya.
Meski puas, masyarakat tetap berharap ada peningkatan. Wulan menginginkan edukasi lebih mengenai persiapan dokumen melalui media sosial. "Mungkin ditingkatkan lagi untuk semua pelayanannya, dari mungkin dari segi awal dokumen-dokumen persiapannya mungkin lebih diedukasi lagi mungkin via media sosial," harapnya. Sementara Umi berujar, "Ya sudah bagus, tapi harus lebih bagus lagi."