Persaingan meraih Sepatu Emas Piala Dunia 2026 memasuki babak baru. Lionel Messi dan Kylian Mbappe sama-sama mengoleksi enam gol, sementara Erling Haaland menempel dengan lima gol. Ini baru kedua kalinya dalam sejarah Piala Dunia tiga pemain mencetak empat gol atau lebih hanya setelah dua pertandingan, setelah pertama kali terjadi pada 1954.
Sejumlah pengamat sepak bola menilai dunia tengah menyaksikan momen istimewa. Namun, di balik kemegahan itu, terselip ambisi besar yang mengarah pada pengagungan rekor pribadi.
Pakar sepak bola Prancis, Julien Laurens, mengatakan kepada BBC Sport: "Dengan para bintang besar, mereka ingin bola sepanjang waktu. Saya kira mereka bukan hanya mengejar Sepatu Emas, sebagian dari mereka juga mengejar rekor sepanjang masa."
Ambisi Meruntuhkan Rekor
Rekor Miroslav Klose sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia dengan 16 gol telah runtuh. Hanya dalam tiga pertandingan, Messi langsung memecahkannya dengan koleksi 19 gol. Enam gol ia sumbangkan saat Argentina menghadapi Austria, Aljazair, dan Yordania pada fase grup. Koleksi itu kemungkinan bertambah karena Argentina belum tersingkir.
Mbappe tidak mau kalah. Penyerang Paris Saint-Germain itu kini mengemas 18 gol dari tiga edisi Piala Dunia. Pada 2026, ia menyumbangkan dua gol ke gawang Senegal, dua gol ke gawang Irak, dan dua gol ke gawang Swedia pada babak 32 besar. "Saya pikir ini bisa menjadi pertunjukan Kylian Mbappe lagi karena rekor luar biasa yang sedang ia kejar, sekarang dipegang oleh Lionel Messi," ujar Laurens.
Haaland juga tidak jauh tertinggal. Pemain Manchester City itu mencetak empat gol pada babak grup dan satu gol ke gawang Pantai Gading pada babak 32 besar. Persaingan tidak hanya berpusat pada ketiganya. Ousmane Dembele dan Vinicius Junior masing-masing mengoleksi empat gol.
Mantan penyerang Skotlandia, Ally McCoist, mengatakan kepada ITV: "Dari segi kemampuan alami sepak bola, Messi berada di depan. Kylian Mbappe mungkin di posisi kedua. Tetapi di depan gawang, Haaland adalah yang terbaik." Mantan gelandang Inggris, Karen Carney, menambahkan: "Ini adalah hari para superstar. Messi mencuri perhatian, tetapi Mbappe dan Haaland juga tampil luar biasa."
Mengejar Angka
Messi bukan satu-satunya yang berambisi memecahkan rekor. Mbappe kini memuncaki daftar pencetak gol terbanyak tim nasional Prancis. Haaland menjadi pencetak gol terbanyak Piala Dunia bagi Norwegia hanya setelah dua pertandingan. Harry Kane menyamai rekor gol Gary Lineker untuk Inggris. Semua mengincar rekor Just Fontaine yang mencetak 13 gol dalam satu turnamen pada 1958.
Hanya tiga pemain Fontaine, Gerd Muller, dan Sandor Kocsis yang pernah mencetak gol dua digit dalam satu edisi Piala Dunia. Fenomena ini dinilai mencerminkan watak generasi muda yang kompetitif. Mantan bek Prancis, Gael Clichy, mengatakan kepada BBC Sport: "Kylian Mbappe adalah bagian dari generasi yang memiliki faktor tanpa rasa takut. Generasi ini punya rasa hormat, tetapi dengan cara berbeda. Jangan bicara tentang usia, bicara tentang performa."
Mbappe mencoba merendah. "Itu bukan sesuatu yang saya pikirkan sekarang. Leo selalu mencetak gol. Jika saya mulai memperhatikannya, saya akan merasa harus melakukan lebih. Saya hanya memikirkan membantu tim saya," katanya. Pelatih Norwegia, Stale Solbakken, menyanjung Haaland: "Dia adalah penyerang terbaik dia tidak bermain untuk Prancis atau Argentina, dia mencetak gol untuk Norwegia. Lebih mudah memenangkan Sepatu Emas ketika bermain untuk tim besar, tetapi kami akan mendukungnya."
Artikel Terkait
Prancis Hancurkan Swedia 3-0, Perpanjang Laju Sempurna di Piala Dunia 2026
Mbappe dan Messi Berebut Puncak Top Skor Piala Dunia 2026
Mbappe Dekati Rekor Messi di Piala Dunia Usai Brace ke Gawang Swedia
Messi dan Mbappe Pimpin Perburuan Top Skor Piala Dunia 2026