Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi kemunculan Bibit Siklon Tropis 96W di wilayah pemantauan sebelah utara Papua. Meskipun peluang berkembang menjadi siklon tropis tergolong rendah, sistem cuaca ini berpotensi memicu gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia.
Berdasarkan pemantauan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta pada Minggu (28/6/2026), bibit siklon tersebut berada di Laut Filipina dan telah terdeteksi sejak Sabtu (27/6/2026) pagi. Sistem ini bergerak ke arah barat.
BMKG menyebutkan, dalam 24 jam ke depan, peluang Bibit Siklon Tropis 96W menjadi siklon tropis masih pada kategori rendah. "Bibit Siklon 96W memiliki peluang rendah untuk menjadi siklon tropis dan bergerak ke arah barat dalam periode 24 jam ke depan," tulis BMKG dalam laporannya.
Meski demikian, keberadaan bibit siklon ini memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di perairan Indonesia. BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang laut dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter (moderate sea) yang berpotensi terjadi di Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua. Peringatan tersebut berlaku hingga Senin (29/6/2026) pukul 07.00 WIB.
Masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut yang beraktivitas di wilayah tersebut, diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi serta terus memantau informasi cuaca terkini dari BMKG.
Artikel Terkait
Perceraian Bukan Sekadar Kegagalan, tapi Jalan Terakhir untuk Melindungi Diri
Prabowo: Kunci Negara Maju adalah Keberanian Akui Kekurangan dan Cari Solusi
Gempa Magnitudo 3,7 Guncang Jayapura, BMKG: Data Masih Sementara
Bupati TTU Bekukan Izin RS Leona Usai Dokter Icha Meninggal